Semarang Raya memasuki babak baru sebagai salah satu koridor industri paling prospektif di Pulau Jawa.

Kawasan ini tidak lagi dipandang sekadar sebagai alternatif berbiaya rendah dibandingkan kawasan industri yang lebih matang seperti Jabodetabek.

>>> PT DKV Printing Indonesia Resmikan Pabrik di KEK Kendal, Pasok 400 Merek Global

Menurut laporan terbaru Colliers Indonesia, aktivitas industri di Semarang Raya mulai menarik investasi berkat kesiapan infrastruktur.

Ekosistem industri yang terintegrasi serta ruang ekspansi yang masih sangat luas menjadi daya tarik utama.

Pergeseran Strategi Investasi

Colliers mencatat bahwa investor kini tidak lagi sekadar membeli lahan, tetapi membangun ekosistem bisnis. Hal ini menandai pergeseran strategi dari jual beli lahan menjadi pengembangan kawasan industri terpadu.

>>> Tak Terpengaruh Tarif Naik, 300 Orang Ajukan Lepas Status WNI

Kesiapan infrastruktur seperti jalan tol, pelabuhan, dan bandara menjadi faktor kunci. Semarang Raya dinilai memiliki konektivitas yang memadai untuk mendukung rantai pasok industri.

Selain itu, ketersediaan tenaga kerja dan biaya operasional yang kompetitif turut mendorong minat investor.

Kawasan ini menawarkan alternatif yang menarik dibandingkan kawasan industri di Jawa Barat yang sudah padat.

>>> Jadwal Indonesia vs Kamboja di SEA V Cup 2026 Leg 2: Laga Balas Dendam

Colliers Indonesia optimistis bahwa Semarang Raya akan terus tumbuh sebagai pusat industri baru. Dengan pendekatan ekosistem, kawasan ini diharapkan mampu menarik investasi jangka panjang.