Investor miliarder Warren Buffett memperingatkan bahwa budaya spekulatif semakin mendominasi pasar keuangan. Peringatan ini muncul setelah indikator valuasi utama menunjukkan penyusutan buffer risiko bagi investor saham.

Data pasar menunjukkan rasio harga-pendapatan siklus (CAPE) Shiller mencapai 40,98 setelah penutupan perdagangan Selasa.

>>> Savannah Guthrie Kembali ke Today Sebelum Syuting Wordle

Imbal hasil kebalikannya berada di 2,44 persen, sementara imbal hasil riil Treasury 10 tahun sebesar 2,37 persen.

Selisih tipis tujuh basis poin ini membuat saham memiliki perlindungan minimal terhadap kemungkinan penurunan laba atau penyesuaian suku bunga.

Indeks S&P 500 naik 0,89 persen ke 7.509,20 pada Selasa, didorong lonjakan saham semikonduktor sebesar 5,2 persen.

Nasdaq menguat 1,29 persen, pulih dari pekan sebelumnya yang volatil ketika saham teknologi memasuki wilayah bear market setelah turun 20,2 persen dari level puncak Juni.

Berbicara di CNBC, Ketua Berkshire Hathaway Warren Buffett membahas tantangan menemukan peluang investasi menarik dalam kondisi saat ini.

"Sulit menemukan nilai ketika semua orang lebih suka berjudi," ujarnya.

Laporan keuangan Berkshire Hathaway mencerminkan sikap hati-hati ini. Konglomerat tersebut memperluas cadangan kasnya menjadi rekor $380,2 miliar per 31 Maret.

Grup ini tetap menjadi penjual bersih saham untuk kuartal ke-14 berturut-turut, mengurangi kepemilikan di posisi besar seperti Apple sambil secara selektif menempatkan modal ke waralaba tertentu, termasuk eksposur sekitar $31 miliar ke Alphabet.

Dalam pertemuan tahunan Berkshire Hathaway, Buffett merinci pandangannya tentang perubahan perilaku investor di berbagai kelas aset.

>>> Star Wars: The Mandalorian and Grogu Kini Tersedia di Platform Digital

"Kami belum pernah melihat orang dalam suasana hati yang lebih suka berjudi dari sekarang," katanya.