Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi mengumumkan tiga perusahaan telekomunikasi sebagai pemenang seleksi pita frekuensi radio 700 MHz dan 2,6 GHz tahun 2026.

Ketiganya adalah PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), dan PT Indosat Tbk.

>>> Google Gemini Plus Gratis 6 Bulan untuk Pelanggan XL, AXIS, dan Smartfren

Pemerintah menargetkan kecepatan rata-rata mobile broadband Indonesia mencapai 100 Mbps pada tahun 2029.

Kombinasi Frekuensi untuk Jangkauan dan Kapasitas

Pita 700 MHz (low-band) memiliki daya tembus tinggi terhadap penghalang fisik dan mampu menjangkau wilayah rural luas.

Sementara pita 2,6 GHz (mid-band) menjadi tulang punggung kapasitas untuk mendukung layanan 5G.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan hasil lelang harus berdampak langsung pada masyarakat.

"Komdigi memastikan bahwa lelang frekuensi ini memberikan manfaat nyata dan merata bagi masyarakat.

Ujungnya harus dirasakan langsung oleh masyarakat di level akar rumput," ujar Meutya dalam keterangan resmi, Rabu (22/7/2026).

Mandat Inovasi: 538 Desa dan Cakupan 5G

Pemenang seleksi diwajibkan menghadirkan layanan 4G berkualitas di 538 desa yang selama ini terisolasi secara digital.

>>> 4 HP RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Performa Lancar untuk Multitasking

Dalam lima tahun ke depan, operator harus memenuhi cakupan layanan 5G minimal 51 persen dari populasi nasional.

Langkah ini menjadi fondasi bagi program strategis nasional, seperti digitalisasi 1.000 sekolah, penguatan sistem pemerintahan berbasis elektronik, dan pemberdayaan Koperasi Desa Merah Putih.

"Kehadiran konektivitas tersebut akan membuka akses masyarakat terhadap pendidikan, layanan kesehatan, pemerintahan digital, dan peluang ekonomi yang sebelumnya sulit dijangkau," tambah Meutya.

Dampak Ekonomi: PNBP Rp29,9 Triliun

Potensi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tahap awal diproyeksikan mencapai Rp6 triliun.

Total potensi kontribusi terhadap kas negara mencapai Rp29,9 triliun dalam jangka waktu sepuluh tahun.

Setelah lelang frekuensi 1,4 GHz di akhir 2025 dan 700 MHz/2,6 GHz tahun ini, Komdigi bersiap melakukan optimasi pada pita 900 MHz.

>>> Indodana Finance Raih Pendanaan Rp1,5 Triliun dari BCA untuk Perkuat PayLater

Dengan ketersediaan frekuensi yang lebih melimpah, Indonesia memiliki infrastruktur dasar untuk bersaing di kancah global.