Komdigi: Layanan Digital Pemerintah Wajib Ramah Disabilitas
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menegaskan bahwa seluruh layanan digital pemerintah wajib ramah bagi penyandang disabilitas.
Menurutnya, akses terhadap layanan informasi publik merupakan hak setiap warga negara yang harus dipenuhi dalam transformasi digital.
>>> Trump: Ford dan GM Bahas Alih Pabrik Mobil untuk Produksi Senjata
"Layanan buat penyandang disabilitas itu wajib. Wajib untuk memenuhi aksesibilitas buat semua warga negara.
Jadi jangan sampai karena keterbatasan yang dimiliki oleh seorang warga negara, dia tidak bisa untuk mengakses layanan-layanan informasi publik," ujar Nezar saat menerima audiensi Komisi Nasional Disabilitas di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta Pusat, Rabu (15/7/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Komisi Nasional Disabilitas menyampaikan hasil evaluasi terhadap aksesibilitas layanan digital Komdigi, termasuk situs resmi kementerian.
Nezar menyambut baik masukan tersebut dan menyatakan evaluasi akan menjadi dasar penyempurnaan layanan agar semakin ramah bagi penyandang disabilitas.
"Kami sangat mengapresiasi evaluasi yang dilakukan untuk situs Komdigi, terutama untuk akses disabilitas dan fitur-fitur yang membantu teman-teman disabilitas di situs Komdigi.
Kami akan catat dan perbaiki supaya comply dan bisa membantu teman-teman disabilitas," katanya.
>>> Presiden FIFA Kirim Pesan ke Lionel Messi Cs usai Argentina ke Final Piala Dunia 2026
Komitmen Komdigi untuk Layanan Inklusif
Nezar menjelaskan Komdigi telah mengembangkan berbagai fitur aksesibilitas pada situs resminya sejak tiga tahun lalu.
Menurutnya, komitmen tersebut merupakan bagian dari upaya membangun layanan publik digital yang inklusif dan dapat dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Ia berharap langkah yang telah dilakukan Komdigi dapat menjadi contoh bagi kementerian dan lembaga lain dalam menghadirkan layanan digital yang lebih ramah bagi penyandang disabilitas.
"Kita mungkin salah satu kementerian yang paling berkomitmen untuk menyediakan fitur disabilitas. Fitur ini sudah kita buat dan luncurkan sejak tiga tahun yang lalu.
Kita berharap semua kementerian juga mengikuti jejak ini," ujar Nezar.
>>> Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
Menurutnya, transformasi digital tidak hanya berfokus pada pemanfaatan teknologi, tetapi juga harus memastikan setiap warga negara memperoleh kesempatan yang sama untuk mengakses informasi dan layanan publik tanpa diskriminasi.
Update Terbaru
Groundbreaking LNG Abadi Masela Dimulai, Presiden Prabowo Dorong Percepatan Produksi
Jumat / 17-07-2026, 00:08 WIB
Citi Luncurkan Digital Depositary Receipts untuk Perusahaan Tertutup
Jumat / 17-07-2026, 00:08 WIB
41% Konsumen Indonesia Ganti Merek Mobil, Minat EV Tertinggi di Asia Tenggara
Jumat / 17-07-2026, 00:07 WIB
Menuju Wajib Halal 2026, Menperin Agus Gumiwang Perkuat Daya Saing Industri Kemasan Nasional
Jumat / 17-07-2026, 00:07 WIB
UE Desak Google Buka Akses Android untuk Chatbot AI Pesaing Gemini
Jumat / 17-07-2026, 00:07 WIB
Ben Shapiro Beralih dari Kematian Lindsey Graham ke Promosi dalam Hitungan Detik
Jumat / 17-07-2026, 00:07 WIB
Pipa Air Pecah, Jalanan West Hollywood Tergenang Banjir
Jumat / 17-07-2026, 00:07 WIB
Google Hapus Nama NotebookLM, Ganti Jadi Gemini Notebook
Jumat / 17-07-2026, 00:02 WIB
Perebutan Kuasa Pengajuan Grasi R. Kelly: Kubu Berbeda Klaim Wewenang
Jumat / 17-07-2026, 00:02 WIB
Rep. Tim Burchett Sindir Taco Bell soal Insiden Kentut Chuck Schumer di Senat
Jumat / 17-07-2026, 00:02 WIB
Taylor Frankie Paul Hadapi Tuduhan Masalah Pengasuhan Anak dari DCFS Utah
Jumat / 17-07-2026, 00:01 WIB
Pengacara Karmelo Anthony Kecam Hakim Sidang
Jumat / 17-07-2026, 00:01 WIB
Video Blue Angels Terbang Rendah di Pantai Florida Picu Kekacauan
Jumat / 17-07-2026, 00:01 WIB
Roy Suryo Siapkan Laporan Balik, Klaim Simpan Bukti Video yang Sudah Dihapus
Jumat / 17-07-2026, 00:00 WIB







