Banyak orang menganggap facial sebagai solusi instan membersihkan wajah dari jerawat. Namun, ada kekhawatiran bahwa tindakan ini justru memperparah peradangan.

Lantas, apakah boleh facial saat ada jerawat? Jawabannya: boleh, tetapi tergantung pada jenis jerawat dan jenis facial yang dilakukan.

>>> 4 Shio yang Menarik Keberuntungan dan Kemakmuran Hari Ini 22 Juli 2026

Kapan Facial Boleh Dilakukan?

Facial diperbolehkan jika jerawat tergolong ringan, seperti komedo hitam dan putih yang menumpuk. Dalam kondisi ini, pembersihan mendalam justru sangat disarankan.

Ahli kecantikan atau dokter akan melakukan ekstraksi untuk mengeluarkan sumbatan secara higienis.

Ekstraksi di klinik jauh lebih aman daripada memencet jerawat sendiri, karena risiko infeksi dan bekas luka lebih kecil.

Kapan Facial Harus Dihindari?

Facial yang melibatkan ekstraksi sebaiknya ditunda jika Anda memiliki jerawat kistik atau jerawat batu. Jerawat ini berada jauh di dalam kulit, terasa keras, dan nyeri.

>>> Jadwal KRL Solo-Jogja 22 Juli 2026, Tarif Rp8.000 dan Jam Keberangkatan

Ekstraksi pada jerawat meradang seperti pustula dan papula juga berisiko. Jerawat yang merah, bengkak, dan berisi nanah dapat menyebarkan bakteri ke area kulit lain jika dipencet.

Hindari facial jika kulit sedang iritasi, mengelupas, sangat sensitif, atau mengalami sunburn. Tindakan ini justru akan merusak skin barrier.

Risiko Ekstraksi pada Jerawat Meradang

Memaksa mengeluarkan isi jerawat yang memerah dan bengkak dapat merusak lapisan epidermis. Luka terbuka akibat ekstraksi yang salah berisiko menyebabkan infeksi sekunder dan bopeng permanen.

>>> Cek Bansos Kemensos 2026: Cara Mudah Lihat Status Penerima Bantuan

Penggunaan scrub atau eksfoliasi fisik yang terlalu kasar saat facial juga sangat berbahaya bagi kulit sensitif. Pilihlah acne facial atau chemical peeling lembut yang didampingi dokter.