Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan segera melancarkan serangan ke situs nuklir Iran, tepatnya area tempat sentrifus nuklir yang disebut Pickaxe Mountain di kawasan Natanz.

Ancaman itu disampaikan Trump di depan wartawan di Gedung Putih pada Selasa (21/7).

>>> Pembagian 6 Tuan Rumah Piala Dunia 2030: Tiga Negara Utama dan Tiga Seremonial

Saat itu AS dan Iran kembali terlibat perang skala penuh meski telah menyepakati gencatan senjata dan nota kesepahaman.

"Kami akan menyerang kawasan Pickaxe Mountain dalam waktu dekat, dan dengan sangat keras.

Mungkin dalam waktu yang sangat dekat, dan tidak ada yang bisa mereka lakukan untuk menghentikannya," ujar Trump.

Ia menambahkan, "Biasanya saya tidak akan mengatakan hal seperti itu. Kalau saya pikir mereka masih bisa berbuat sesuatu untuk mengatasinya, saya tidak akan pernah mengatakannya.

Tetapi kami akan menyerang area itu dengan kekuatan yang sangat besar."

Apa Itu Pickaxe Mountain?

Pickaxe Mountain menjadi sorotan setelah muncul laporan bahwa Iran memindahkan ribuan sentrifus ke sana.

Pemindahan itu menyusul serangan AS dan Israel yang merusak fasilitas nuklir utama Iran selama konflik tahun lalu.

>>> 5 Kota di Jepang yang Cocok untuk Perjalanan Pertama

Trump pertama kali menyebut Pickaxe Mountain sebagai target militer potensial dalam wawancara dengan pembawa acara radio konservatif Hugh Hewitt pekan lalu.

Ia menyebut situs itu sebagai "target yang mungkin untuk satu serangan besar tepat di dekat pintu masuknya."

Perhatian terhadap lokasi tersebut meningkat setelah The Wall Street Journal melaporkan bahwa intelijen Israel meyakini Iran telah memindahkan ribuan sentrifus ke fasilitas yang terkubur sangat dalam itu.