Di tengah gencarnya merek lain meluncurkan mobil listrik di Indonesia, Mitsubishi justru mengambil jalur berbeda.

Pabrikan asal Jepang itu memilih memperkuat teknologi hibrida (HEV) dan mesin konvensional (ICE) untuk pasar Asia Tenggara.

>>> Jaksa Khusus Hentikan Dakwaan Kejahatan terhadap Jaksa Agung Liz Murrill

Langkah ini diwujudkan melalui peluncuran New Xforce HEV, yang disebut sebagai bagian dari rencana jangka menengah Mitsubishi.

Presiden Direktur PT MMKSI, Atsushi Kurita, menegaskan keputusan itu sudah melalui pertimbangan matang.

Strategi Mitsubishi di ASEAN

Menurut Kurita, Mitsubishi telah mengumumkan rencana bisnis jangka menengah sekitar sebulan lalu. Filosofinya adalah memperkuat lini produk di kawasan ASEAN, khususnya segmen SUV.

"Mitsubishi Motors telah mengumumkan mid-term business plan sekitar satu bulan lalu.

Filosofi dari rencana jangka menengah tersebut adalah memperkuat lini produk di kawasan ASEAN, khususnya segmen SUV," ujarnya di Jakarta, Kamis (16/7).

Mengapa Memilih Hybrid di Asia Tenggara

Kurita menjelaskan, fokus pada hybrid bukan karena ketidaksiapan, melainkan penyesuaian dengan kondisi pasar Asia Tenggara. Teknologi hybrid dinilai sebagai pilihan paling realistis saat ini.

>>> Nashville SC Incar Rekor Kemenangan Beruntun saat Jamu CF Montreal

"Dengan kondisi tersebut, secara global Mitsubishi Motors menilai produk yang paling sesuai untuk pasar ASEAN saat ini adalah kendaraan hybrid (HEV) dan internal combustion engine (ICE) atau bermesin pembakaran internal," kata Kurita.

Bagi Mitsubishi, teknologi hybrid menjadi jembatan yang pas bagi konsumen. Teknologi ini menawarkan efisiensi bahan bakar tanpa membuat pengguna pusing memikirkan fasilitas pengisian daya yang belum masif.

"Karena itu, solusi yang ditawarkan kepada konsumen di Indonesia, dan ASEAN pada umumnya, saat ini adalah kendaraan hybrid dan ICE (konvensional)," ujarnya.