Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara mengenai polemik dugaan anggaran pengadaan 1,8 juta unit kipas angin senilai Rp1,8 triliun untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih).

Ia mengaku belum mengetahui informasi tersebut dan menyebut pengelolaan program menjadi tanggung jawab PT Agrinas Pangan Nusantara. Pemerintah hanya membayar cicilan utang ke bank.

>>> Amanda Manopo Laporkan Mantan Karyawan ke Polisi: Bermula dari Dugaan Perdukunan, Terungkap Penggelapan Dana Rp 3 Miliar

"Saya enggak tahu, nanti saya cek (soal pengadaan kipas Kopdes). Koperasi (Desa) kan tanggung jawabnya si Agrinas kan.

Kita hanya bayar cicilannya aja. Manajemen dan segala macem di sana," kata Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta Pusat, Kamis (23/7).

Purbaya mengatakan pemerintah hanya membayar cicilan utang ke bank setiap tahun, bukan membiayai pengadaan barang dalam program Kopdes Merah Putih.

"Bukan (cicilan pengadaan), cicilan utang ke bank setiap tahun," ujarnya.

Belakangan, isu pengadaan 1,8 juta unit kipas angin senilai Rp1,8 triliun untuk Kopdes Merah Putih ramai menjadi sorotan publik.

Polemik itu mencuat dalam rapat Komisi VI DPR ketika Anggota Komisi VI DPR Mufti Anam mempertanyakan dasar pengadaan tersebut.

Mufti menilai nilai anggaran yang beredar tidak sejalan dengan harga kipas angin di pasaran sehingga meminta penjelasan mengenai dasar perhitungannya.

Menanggapi polemik itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan pengadaan kipas angin bukan dilakukan oleh Kementerian Koperasi.

>>> Marah Tak Dibelikan Motor, Anak Bakar Rumah Orang Tua di Bantul

"Kemudian juga soal kipas angin ini saya enggak tahu. Ini kan pengadaannya bukan di kami, Pak," kata Ferry.

Ferry mengatakan apabila yang dimaksud merupakan kipas angin industri dengan spesifikasi tertentu, harganya memang dapat mencapai belasan juta rupiah per unit.