Hal ini memungkinkan produsen menghadirkan generasi baru dalam waktu lebih cepat, sehingga konsumen memiliki lebih banyak alasan untuk melakukan upgrade.

Faktor lain yang turut memengaruhi adalah nilai jual kembali.

Laporan tersebut mencatat mobil listrik di China rata-rata hanya mampu mempertahankan 43,35% dari harga awal setelah tiga tahun penggunaan.

Nilai depresiasi yang lebih tinggi dibanding mobil bensin membuat sebagian konsumen memilih mengganti kendaraan lebih cepat.

Perubahan perilaku ini juga didorong oleh profil pembeli mobil listrik di China.

Saat ini, mayoritas konsumen NEV berasal dari kelompok usia di bawah 35 tahun yang lebih mengutamakan teknologi, konektivitas, dan fitur bantuan mengemudi pintar.

Berdasarkan data platform otomotif Dongchedi, sekitar 43% pemilik mobil listrik di China mengaku mengganti kendaraannya demi memperoleh fitur cerdas yang lebih mutakhir dan pengalaman berkendara yang lebih baik.

Tren ini muncul di tengah pertumbuhan pasar kendaraan energi baru China yang terus berlanjut.

Data CAAM menunjukkan produksi NEV sepanjang Januari–Juni 2026 mencapai 7,438 juta unit, naik 6,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

>>> XLSmart Siap Perluas 4G-5G Usai Menang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz

Pada Juni 2026, penjualan kendaraan energi baru telah menyumbang hampir 60% dari total penjualan mobil baru di China.