PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) kembali menggelar Culture Agent/Culture Booster Meet & Greet (CAMG) sebagai puncak rangkaian Culture Festival TelkomGroup 2026.

Acara yang mengusung tema "Unshaken: Keeping Culture Relatable When Everything Shifts" ini dihadiri para senior leaders selaku role model di lingkup TelkomGroup.

>>> Newcastle Turunkan Harga, Arsenal Semakin Dekat Dapatkan Bruno Guimaraes

Para Culture Agent dan Culture Booster diajak untuk terus menjadikan budaya perusahaan sebagai pegangan dalam menjalankan peran sebagai agen perubahan.

CAMG menjadi ajang bagi Culture Agent dan Culture Booster dari seluruh unit kerja TelkomGroup untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan memperkuat kolaborasi.

Kegiatan ini juga menjadi bentuk apresiasi bagi para penggerak budaya yang aktif menghidupkan nilai-nilai perusahaan dalam keseharian.

Pentingnya Budaya dalam Transformasi

Direktur Human Capital Management Telkom, Willy Saelan, menyatakan bahwa keberhasilan transformasi perusahaan tidak hanya ditentukan oleh strategi, tetapi juga oleh budaya yang dijalankan secara konsisten.

"Strategi sehebat apa pun akan runtuh jika budaya organisasinya tidak mendukung. Culture eats strategy for breakfast," ujar Willy.

Acara dibuka dengan diskusi panel bersama representatif penggiat budaya dari lingkup Witel, Regional, serta Operating Company (OpCo).

Tahun ini, CAMG juga menghadirkan Mindfulness Practitioner dari Santosa Indonesia, Adjie Santosoputro, serta Founder & CEO Choky Sitohang Speaking Incorporation (ChoSSI), Choky Sitohang.

Adjie Santosoputro mengajak peserta memahami bahwa perubahan tidak terpisahkan dari kehidupan maupun dunia kerja.

>>> Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB

Sementara itu, Choky Sitohang menguatkan bahwa perubahan penting bagi seseorang maupun organisasi, dan kebiasaan saling menghargai dapat memperkuat hubungan antar individu.