Indonesia Financial Group (IFG) memasuki fase baru dalam transformasi perusahaan.

Setelah menyelesaikan penyederhanaan organisasi melalui program streamlining terhadap 12 entitas, holding asuransi dan penjaminan BUMN itu kini mengarahkan perhatian pada akar masalah yang membayangi industri asuransi.

>>> Kebutuhan Cairan Harian Tak Melulu 2 Liter, Ini Cara Menghitungnya

Fokus utama IFG adalah membenahi ketidaksesuaian antara kewajiban perusahaan (liabilities) dengan portofolio investasinya. Langkah ini menjadi bagian dari agenda besar transformasi yang tengah dijalankan.

Ketidaksesuaian tersebut selama bertahun-tahun menjadi celah yang memicu misinvestment di sektor asuransi. IFG berupaya menutup celah itu agar industri asuransi BUMN lebih sehat dan berkelanjutan.

>>> IHSG Menguat 1,51 Persen ke Level 6.430 pada Sesi I

Program streamlining yang telah rampung menjadi fondasi bagi langkah selanjutnya. Dengan struktur organisasi yang lebih ramping, IFG diharapkan dapat bergerak lebih cepat dalam membenahi portofolio investasi.

>>> Kemenperin Siapkan Sanksi bagi Perusahaan yang Tak Lapor SIINas dan Tolak Sensus Ekonomi 2026

Transformasi ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk memperkuat industri asuransi nasional. IFG berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan demi melindungi kepentingan pemegang polis dan masyarakat.