DPR Amerika Serikat mengesahkan paket undang-undang yang membatasi anggota Kongres membeli saham baru sekaligus mewajibkan identifikasi foto bagi pemilih pada 22 Juli 2026.

RUU berjudul Stop Insider Trading Act ini melarang anggota Kongres, pasangan, dan anak tanggungan mereka membeli saham individu selama menjabat.

>>> Sporting Kansas City Hadapi Minnesota United di MLS

Namun, mereka tetap boleh mempertahankan investasi yang sudah ada.

Paket tersebut juga mencakup Voter ID Act yang mewajibkan identifikasi foto bagi pemilih dan menambah pembatasan baru pada pemungutan suara melalui pos menjelang pemilu paruh waktu.

Sebanyak 13 anggota DPR dari Partai Demokrat bergabung dengan Partai Republik untuk mendukung RUU ini, sementara 198 anggota Demokrat menolaknya.

Kombinasi undang-undang tersebut kini diajukan ke Senat, di mana diperlukan 60 suara untuk mengatasi potensi filibuster.

Dukungan dan Kritik

Anggota DPR dari Partai Republik, Zach Nunn, mengatakan bahwa mayoritas besar warga Amerika menginginkan aturan ini dan ini adalah sesuatu yang bisa disahkan sebelum masa reses Agustus.

Ia mengkritik oposisi dari Partai Demokrat dengan mengatakan bahwa hanya di Washington dua kemenangan untuk 90% warga Amerika dianggap terlalu banyak oleh Demokrat.

Anggota DPR lainnya, Stephanie Bice, menekankan perlunya etika untuk mencegah pejabat terpilih mengambil keuntungan dari informasi orang dalam.

Bryan Steil, yang memperkenalkan RUU tersebut, mengatakan bahwa penting untuk memberi tahu warga Amerika bahwa anggota Kongres tidak lagi berdagang saham harian.

Ia menambahkan bahwa langkah ini menghilangkan kesan adanya perdagangan berdasarkan informasi orang dalam yang diperoleh selama bertugas di Washington.

>>> Kuasa Hukum Jokowi Hormati Putusan Sela Eksepsi Dokter Tifa