Ketua DPR AS Mike Johnson menegaskan bahwa anggota DPR tidak akan meninggalkan Washington lebih awal untuk reses Agustus sebelum menyelesaikan voting sejumlah RUU penting.

Pernyataan itu disampaikan pada 20 Juli 2026.

>>> Dream to You Episode 5-6 serta Spoiler dan Link di KST Bukan LK21: Yoo-geon dan Ha-na Terjebak Friendzone

DPR memiliki agenda empat hari yang padat sebelum reses hingga 31 Agustus. Sementara itu, Senat masih bersidang hingga 7 Agustus.

Kedua kamar tidak akan bersidang bersamaan lagi hingga 14 September.

Pimpinan Partai Republik menargetkan empat undang-undang utama. Pertama, kerangka anggaran senilai $95 miliar yang mencakup $73 miliar untuk pertahanan dan intelijen.

Kedua, Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional Tahun Fiskal 2027.

Ketiga, RUU belanja sementara yang mendanai lembaga federal hingga 4 Desember. Keempat, larangan perdagangan saham anggota Kongres yang digabung dengan persyaratan identifikasi pemilih.

Tantangan dari Fiskal Konservatif

Kerangka anggaran menghadapi tentangan dari fiskal konservatif karena tidak memiliki pengimbang belanja. Dengan mayoritas tipis, Johnson hanya bisa kehilangan tiga suara dari partainya sendiri.

Anggota DPR Eric Burlison dari Missouri menyatakan penolakan tegas.

"Tidak ada pengimbang dan tidak ada bahasa yang membatalkan pendanaan Planned Parenthood, itu sudah cukup untuk tidak," ujarnya.

Burlison juga menyoroti hambatan prosedural di Senat. Ia menyatakan terbuka untuk berdialog dengan pemerintahan mengenai pengamanan bahasa SAVE dan upaya menghentikan aborsi melalui pos.

>>> Tamat See You at Work Tomorrow Episode 11-12 Sub Indo serta Link dan Spoiler bukan LK21 tapi di KST: Perjuangan Si Woo Mempertahankan Cinta

Ketika ditanya langsung pada 20 Juli apakah ia akan memulangkan anggota DPR lebih awal jika kalah dalam voting prosedural, Johnson menjawab singkat: "Saya tidak akan."