Presiden Prabowo Subianto merespons keras tuduhan yang menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) memicu pemborosan anggaran negara.

Tuduhan itu dinilai tidak berdasar dan mengabaikan manfaat besar program bagi anak-anak Indonesia.

>>> Harga Bensin di AS Meroket Akibat Konflik Iran-Amerika Serikat

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026).

Ia menegaskan bahwa MBG dirancang untuk mengatasi masalah gizi buruk dan stunting yang masih menghantui anak-anak Indonesia.

"Kita dituduh pemborosan, kita dibilang ekonomi mau kolaps, harga saham akan ambruk, mata uang akan melemah, alasannya karena boros," ungkap Prabowo dalam sidang tersebut.

Fokus pada Gizi Anak dan Ibu Hamil

Presiden menjelaskan bahwa program MBG bertujuan memastikan anak-anak tidak belajar dalam keadaan lapar. Setidaknya seperempat anak Indonesia mengalami stunting, sehingga intervensi gizi sangat mendesak.

>>> Iran Tuding AS Bermain Diplomasi Palsu, Kirim Militer Saat Klaim Damai

"Kita mau beri makan kepada anak-anak yang jelas-jelas minimal seperempat anak-anak kita stunting, banyak sebagian besar tidak makan saat berangkat sekolah," tegas Kepala Negara.

Prabowo juga menyoroti ironi di tengah kritik terhadap MBG.

Ia menyayangkan para pengamat dan pakar yang lebih vokal menyerang program sosial ini, namun diam terhadap praktik penyelewengan keuangan besar seperti under invoicing dan transfer pricing.

"Saya diserang karena ingin memberi makan bergizi untuk anak-anak Indonesia, memberi makan untuk ibu-ibu hamil, untuk orang-orang lansia, dianggap pemborosan," kata Prabowo.

>>> DJP Libatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Kepatuhan Wajib Pajak

"Tapi ribuan triliun yang menguap, yang pergi dari bumi Indonesia tiap tahun, selama 34 tahun, tidak ada komentar, tidak ada pakar yang protes, tidak ada investigasi," pungkasnya.