Badan Gizi Nasional (BGN) mengakui bahwa alokasi anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan berkurang signifikan dibandingkan perhitungan awal yang mencapai Rp268 triliun.

Wakil Kepala sekaligus Juru Bicara BGN, Agustina Arumsari, menyatakan bahwa penurunan anggaran ini terjadi seiring dengan perbaikan tata kelola dan verifikasi penerima manfaat.

>>> Polda Jabar Izinkan Masyarakat Lawan Begal Asal Tak Sampai Tewas

"Kan otomatis, otomatis tuh nanti efisiensinya pasti akan mengikuti lah gitu ya.

Jadi kalau angka sih sementara ini mungkin saya belum bisa sebutkan, tapi sudah yang jelas sudah tidak Rp268 T deh, sudah jauh berkurang," ujar Arumsari di kompleks Istana Negara, Senin malam.

Arumsari menjelaskan bahwa proses penyesuaian anggaran masih berjalan bersamaan dengan pembenahan operasional dan verifikasi penerima manfaat di lapangan.

Oleh karena itu, ia belum bisa mengumumkan angka pasti.

>>> Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ untuk Siswa SD Mulai Kelas 4

"Tapi angkanya karena saya masih berjalan prosesnya, saya belum bisa sebutkan ya. Nanti nanti teman-teman nulisnya...

padahal kami masih berproses dan jangan lupa di Ratas kemarin yang khusus membahas MBG yang pangan itu tiga tuh Pak Presiden memberi waktu 1 bulan," tutur Arumsari.

Presiden Prabowo Subianto memberikan tenggat waktu satu bulan bagi BGN dan kementerian terkait untuk menyelesaikan kajian efisiensi dan pemetaan anggaran program MBG secara komprehensif.

"Jadi itu yang kami kejar sekarang supaya nanti harapan kami se-efisien mungkin," tegas Arumsari.

>>> G-Dragon Tampil Berambut Pirang saat Pidato sebagai Duta Kehormatan UNESCO

Penghematan anggaran dari efisiensi ini nantinya akan dialokasikan kembali untuk mendukung penanganan stunting di daerah dengan indeks kebutuhan tinggi.