Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengusulkan perluasan uji coba digitalisasi penyaluran bantuan sosial (bansos) ke 100 kabupaten/kota baru.

Usulan itu disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna sebagai bagian dari persiapan penerapan sistem secara nasional.

>>> Terduga Pelecehan Seksual di Grup Chat Unesa Diminta Sujud dan Cium Kaki Orang Tua

Saat ini program percontohan digitalisasi bansos telah berjalan di 43 kabupaten/kota yang tersebar di 26 provinsi.

Luhut menyampaikan hal tersebut melalui akun Instagram resminya, Selasa (21/7). Ia meminta izin Presiden untuk menambah cakupan uji coba.

Perluasan ini bertujuan menguji ketangguhan sistem sebelum diterapkan secara nasional pada Oktober-November tahun ini.

Uji coba yang berlangsung saat ini melibatkan sekitar 140 ribu agen dan menjangkau 38,7 juta jiwa. Jumlah tersebut akan bertambah seiring perluasan lokasi.

Tahap berikutnya akan difokuskan pada daerah terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

>>> Nasabah Gagal Cairkan Reksa Dana Jatuh Tempo, Maybank Buka Suara

Luhut mengundang Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian untuk memastikan persiapan perluasan berjalan sesuai rencana. Ia juga meminta dukungan pemerintah daerah.

Setelah proses rollout selesai, pemerintah akan mengumumkan data masyarakat yang layak menerima bansos. Masyarakat diberi kesempatan mengajukan sanggahan jika data tidak sesuai.

Mekanisme ini diharapkan memperkuat pengawasan publik dan memperbaiki akurasi data penerima bantuan.

Luhut menambahkan digitalisasi bansos diharapkan mempercepat layanan dan meminimalkan hambatan administratif.

>>> Polri Tegaskan Kasus Pembiayaan Batu Bara Tak Terkait dengan Perkara Blackout Febrie

"Jangan sampai rakyat yang sedang kesulitan harus menunggu terlalu lama hanya karena alasan administratif," ujarnya.