Sebuah taman kota di kawasan elit Miraflores, Lima, Peru, bertransformasi dari lokasi pemberantasan hama menjadi destinasi wisata unik berkat koloni kucing yang menghuninya.

Puluhan tahun lalu, pemerintah setempat melepas kucing untuk mengatasi serbuan tikus di taman tersebut.

>>> Paredes dan AFA Terancam Sanksi FIFA Imbas Ricuh di Final Piala Dunia

Kini, populasi kucing itu tidak hanya bertahan, tetapi juga menjadi selebritas lokal yang dicintai publik.

Wisatawan dari berbagai penjuru dunia sengaja datang ke Parque Kennedy untuk menyapa para penghuni berbulu tersebut.

Kucing-kucing beragam ukuran dan warna terlihat tidur di rumput atau duduk santai berbagi bangku dengan pengunjung.

Di sepanjang taman, tersedia fasilitas 'hotel kucing' bertingkat serta wadah makanan dan air bersih.

Salah satu rumah kucing buatan tangan bahkan dilengkapi papan ucapan ramah bertuliskan 'Halo, saya temanmu Maggycuky'.

>>> Nama Laut China Selatan Digugat ke MK, Minta Diubah Jadi Laut Natuna

Menurut sejarah lokal yang dilansir Atlas Obscura, invasi tikus pada era 1980-an menjadi pemicu awal dilepasnya koloni kucing ke Parque Kennedy.

Kini, keberadaan mereka menjadi daya tarik wisata utama di kawasan tersebut.

Organisasi perlindungan hewan lokal berkolaborasi untuk memastikan pasokan makanan, minuman, tempat tinggal, dan perawatan medis bagi kucing-kucing tersebut tetap terjamin.

Penerimaan warga kota terhadap koloni kucing ini sangat hangat. Taman tetangga yang lebih besar, Parque Central de Miraflores, juga ikut menyambut kehadiran selebritas berbulu ini.

>>> Daftar Juara Piala Dunia dari Tahun ke Tahun, Lengkap 1930-2026

Sebuah hotel kucing megah berdiri di dekat pintu masuk taman, yang masih menampilkan logo ajang Indonesia-Latin America Business Forum yang diselenggarakan di Lima pada tahun 2024.