Asisten pelatih timnas Argentina, Roberto Ayala, mengaku menyesal telah menyerang pemain Spanyol, Dani Olmo, setelah laga final Piala Dunia 2026.

Dalam pernyataannya, Ayala meminta maaf karena emosinya tersulut usai Argentina kalah 0-1 dari Spanyol.

>>> DAM Resmi Ambil Alih 4 Manajer Investasi BUMN dengan Dana Kelolaan Rp170 Triliun

"Tentu saja saya menyesal. Mengingat posisi saya, saya tidak boleh membiarkan perasaan mengubah suasana hati maupun tindakan saya.

Saya menyesal, tetapi bagi saya, hal-hal semacam itu cukup sampai di situ saja," ujar Ayala.

Ia menegaskan bahwa insiden tersebut lebih berupa dorongan, bukan pukulan seperti yang dituduhkan.

"Itu lebih berupa dorongan daripada hal lain - bukan pukulan seperti yang mereka katakan. Itu adalah reaksi atas ucapannya [Olmo], tetapi hanya sebatas itu," jelasnya.

>>> Hari Anak Nasional, 1.050 Anak Binaan Dapat Pengurangan Masa Pidana

Ayala juga menyatakan siap meminta maaf secara langsung jika bertemu dengan Olmo.

Ia memastikan bahwa aksi tersebut tidak mencerminkan perilaku skuad Albiceleste yang sebenarnya.

"Sayang sekali hal itu harus terjadi; kita harus menerima kenyataan dan mengaku tindakan kita di lapangan. Saat pertandingan selesai, yang saya lihat adalah keributan di tengah lapangan," ucapnya.

Keributan antara pemain Spanyol dengan pemain serta ofisial Argentina menjadi sorotan usai final Piala Dunia 2026.

>>> Israel Gali Parit Berisi Buaya di Penjara Tahanan Palestina

FIFA telah memastikan sedang melakukan investigasi atas insiden tersebut.