Israel mulai menggali parit yang rencananya akan diisi buaya di sekitar penjara tempat warga Palestina ditahan.

Media Israel Yedioth Ahronoth melaporkan pada Rabu (22/7) bahwa petugas sedang menggali parit-parit di penjara Ketziot. Parit tersebut akan membentang sekitar 170 meter.

>>> Diduga Diculik, Atlet Golf Jesslyn Ternyata ke Bangkok Bersama Ibunya

Seorang pejabat di Ramat Negev, lokasi penjara Ketziot, mengatakan parit digali di dalam penjara di sekitar salah satu sayap khusus.

Parit itu tidak bisa dilihat dari luar.

"Tidak ada yang tahu apakah benar-benar akan ada buaya di sana, tetapi persiapan sedang dilakukan," kata pejabat tersebut.

Dinas Penjara Israel disebut akan merawat, mengawasi, dan menampung buaya-buaya tersebut. Petugas penjara juga akan diberikan pelatihan untuk menangani buaya.

Klasifikasi Buaya Nil Menuai Kontroversi

Proyek ini muncul setelah Menteri Perlindungan Lingkungan Hidup Idit Silman memutuskan mengklasifikasikan buaya Nil sebagai "hewan liar yang dijinakkan".

Keputusan itu bertentangan dengan pendapat penasihat hukum kementerian dan para ahli.

>>> Hasil Drawing Voli Asian Games 2026: Indonesia Masuk Grup Berat

Namun, langkah tersebut mendapat pujian dari Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Itamar Ben-Gvir.

Ia menyebut keputusan Silman membuka jalan bagi proyek ini dan menyatakan fase percontohan penjara buaya resmi dimulai.

"Siapa pun yang mengira ini hanya aksi publisitas tentu salah," kata Ben-Gvir.

Ketziot merupakan penjara terbesar Israel dengan tingkat keamanan paling ketat. Penjara ini sudah lama digunakan untuk memenjarakan warga dari Jalur Gaza dan Tepi Barat.

Menurut lembaga penahanan Palestina, jumlah warga Palestina yang ditahan di penjara Israel meningkat 83 persen sejak agresi di Gaza pada Oktober 2023.

>>> Ahli Harvard Ungkap 5 Tips agar Panjang Umur, Ternyata Tidak Susah

Jumlah tersebut melebihi 9.600 tahanan dibandingkan sebelum agresi.