Mantan Senator AS dari Nebraska, Ben Sasse, berbicara terbuka tentang diagnosis kanker pankreas stadium lanjut yang dideritanya dan refleksinya terhadap budaya politik nasional.

Sasse mengungkapkan diagnosis terminalnya pada akhir tahun lalu di usia 53 tahun.

>>> Human Vapor Raih 24,3 Juta Jam Tonton di Netflix

Prognosis awal memberinya waktu hidup hanya beberapa bulan, namun pengobatan eksperimental memperpanjang harapan hidupnya hingga sekitar satu tahun.

Terapi intensif tersebut menyebabkan luka yang terlihat di wajahnya, namun ia tetap melanjutkan refleksi publik tentang budaya Amerika, komunitas lokal, dan iman.

Kritik terhadap Budaya Politik

Dalam wawancara dengan podcast Uncommon Knowledge milik Peter Robinson, Sasse mengkritik pengaruh besar komentator ekstrem di dunia maya dari seluruh spektrum politik.

"Kami memiliki banyak orang yang terus-menerus berteriak di internet," ujar Sasse. Ia menekankan bahwa suara-suara lantang itu tidak mewakili mayoritas masyarakat Amerika.

"Orang-orang paling keras memiliki suara yang paling konyol dan tidak proporsional dalam kehidupan Amerika," tambahnya.

Dalam diskusi tentang hubungan komunitas lokal di 60 Minutes, Sasse menekankan pentingnya hubungan nyata di atas tribalisme politik daring.

>>> FC Cincinnati Tawarkan Tiket Gratis Manfaatkan Minat Piala Dunia

"Pusat kehidupan adalah lingkungan Anda, meja makan Anda, dan orang-orang yang Anda cintai. Itu adalah keluarga dan komunitas Anda," katanya.

Saat menerima Alexander Hamilton Award, Sasse merenungkan peran keluarga dalam menanamkan nilai-nilai kewarganegaraan. Ia menegaskan bahwa gerakan politik nasional tidak dapat menggantikan peran fundamental rumah tangga.

"Tidak ada yang mencintai anak-anak Anda sebanyak Anda... Menciptakan kebiasaan yang menumbuhkan cinta pada kebaikan, kebenaran, dan keindahan dimulai dari rumah," ujarnya.

Sasse juga menyoroti perlunya ketahanan pribadi dan keterlibatan lokal di atas intervensi pemerintah nasional.

"Kita sedang melalui momen kebingungan mendalam tentang apa artinya menjadi manusia, dan kita tidak mempersiapkan diri atau generasi berikutnya untuk itu," katanya.

Ia menutup pidatonya dengan menekankan prinsip-prinsip utama yang dibutuhkan generasi mendatang: "Sebagian besar tentang kegigihan, rasa syukur, kewirausahaan, dan keluarga."

>>> Phillies Panggil Bryan De La Cruz dari Triple-A, Stubbs Masuk IL

Selain pernyataan publiknya, Sasse juga membahas perjuangan kesehatannya dan warisan pribadinya dalam wawancara mendatang dengan jurnalis CNN Jake Tapper.