Iran mengeluarkan ancaman keras terhadap Amerika Serikat di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan.

Teheran memperingatkan bahwa serangan terhadap pembangkit listrik dan jembatan di wilayahnya dapat menyebabkan pemadaman listrik berskala luas di negara-negara sekutu Washington.

>>> Purbaya Respons Wacana Universal Banking OJK: Dulu Belum Disetujui

Panglima Angkatan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Seyed Majid Mousavi menyampaikan ancaman tersebut pada Rabu (22/7).

Ini merupakan respons atas pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengancam akan menghancurkan satu jembatan atau pembangkit listrik di Iran untuk setiap kapal yang diserang Teheran di Selat Hormuz.

"Jika jembatan-jembatan dan pembangkit-pembangkit listrik kami diserang, terputusnya aliran listrik di negara-negara sekutu (AS) tak akan terhindarkan," kata Mousavi.

Pernyataan itu menandai eskalasi retorika kedua negara.

Iran mengisyaratkan bahwa konflik tidak hanya akan terbatas di wilayahnya, tetapi juga dapat meluas ke negara-negara lain di Timur Tengah yang memiliki hubungan dengan AS.

Ancaman tersebut diperkuat oleh Komando Pusat Khatam Al-Anbiya Iran.

Badan itu menyatakan bahwa jika AS benar-benar menyerang infrastruktur Iran, respons Teheran tidak akan berhenti pada pemblokiran ekspor minyak di kawasan.

>>> Dirut Agrinas Enggan Komentari Isu Anggaran Kipas Angin Kopdes Merah Putih Rp1,8 Triliun

Iran juga akan menyerang infrastruktur minyak, gas, ekonomi, hingga pembangkit listrik di berbagai wilayah Timur Tengah.

"Ancaman berulang dari kriminal AS dan militernya hanya akan memperluas perang di kawasan dan lebih luas lagi," kata Komando Pusat Khatam Al-Anbiya dalam pernyataan yang disiarkan televisi nasional Iran.

Sebelumnya, pada 18 Juni 2026, Teheran dan Washington menandatangani memorandum perdamaian untuk mengakhiri konflik yang pecah sejak 28 Februari.

Namun, pasukan AS kembali melancarkan serangan ke Iran mulai 8 Juli.

Komando Pusat AS menyatakan serangan tersebut merupakan balasan atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.

Sebagai respons, pasukan Iran melancarkan serangan balasan terhadap pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah.

>>> Standard Chartered Perkuat Pendanaan Lintas Negara untuk BUMN dan Korporasi Indonesia

Di tengah meningkatnya aksi saling serang, Presiden Donald Trump kemudian menyatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran tidak lagi berlaku.