Presiden Amerika Serikat Donald Trump meluapkan kekesalannya kepada Yordania setelah tiga prajurit AS tewas dalam serangan Iran di wilayah Yordania.

Pernyataan itu disampaikan Trump saat berbicara dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun di Gedung Putih pada Selasa (21/7).

>>> China Open 2026: Raymond/Joaquin Tersingkir di Babak 16 Besar

"Iran memasukkan sesuatu ke wilayah Yordania," ujar Trump, dikutip dari Middle East Monitor.

"Hal itu tidak akan terjadi jika pasukan atau personel AS yang memiliki wewenang. Ketika Anda membiarkan orang lain melakukan pekerjaan Anda, segalanya tidak selalu berjalan dengan baik," lanjutnya.

Serangan Iran di Yordania

Tiga prajurit AS tewas dalam serangan Iran di Yordania pada Jumat (17/7) lalu.

>>> Ayah dan Anak di Bali Curi 12 Motor Demi Judi Online

Serangan itu menghantam pangkalan AS dan menghancurkan sistem radar Washington, menurut klaim Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Sejak perang pecah, negara-negara Arab menjadi sasaran empuk Iran dalam membalas aksi AS.

Menurut Iran, negara-negara tetangganya itu menyimpan aset militer AS dan membiarkan pasukan AS meluncurkan serangan dari wilayah mereka.

>>> Zulhas Targetkan Kopdes Salurkan Bansos Mulai September 2026

Bahrain, Kuwait, Qatar, Oman, Uni Emirat Arab (UEA), hingga Arab Saudi telah membantah hal tersebut dan menegaskan tidak akan terlibat dalam pertempuran.