Iran secara resmi membantah tuduhan Amerika Serikat dan Israel yang menyatakan bahwa negara itu menyembunyikan fasilitas pengayaan uranium di bawah Gunung Pickaxe.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan tidak ada aktivitas nuklir di lokasi tersebut.

>>> RI Raih Rating Utang AAA dari China, Apa Dampaknya bagi Investor?

"Fokus obsesif Washington pada Kolang Kouh (Pickaxe), tempat yang tidak ada aktivitas nuklir, hanyalah dalih yang dibuat-buat untuk agresi, penghancuran, dan sabotase," tulis Baghaei di akun X.

Ia menambahkan bahwa Iran telah mendeklarasikan semua aktivitas nuklirnya kepada Badan Pengawasan Atom Internasional (IAEA) sesuai kewajiban pengamanan.

Baghaei juga menuduh Washington melanggar hukum internasional dengan menyerang dan mengancam fasilitas nuklir Iran.

Ia mempertanyakan sikap Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi yang bungkam, dan menyatakan Iran siap menghadapi serangan AS lebih lanjut.

>>> Media Asia Klaim Jepang Ajak Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2046

Ancaman Trump terhadap Gunung Pickaxe

AS dan Israel menuduh Iran menyimpan fasilitas pengayaan uranium 100 meter di bawah Gunung Pickaxe.

Presiden Donald Trump mengancam akan membombardir wilayah tersebut.

"Kami akan menyerang kawasan Pickaxe Mountain dalam waktu dekat, dan dengan sangat keras," ucap Trump di Gedung Putih pada Selasa (21/7).

Ancaman itu muncul di tengah konflik skala penuh antara AS dan Iran, meskipun sebelumnya telah disepakati gencatan senjata dan nota kesepahaman (MoU).

>>> Samsung Perkenalkan Kacamata Pintar Galaxy Glasses, Ini Fungsinya

Gunung Pickaxe menjadi sorotan setelah laporan menyebut Iran memindahkan ribuan sentrifus ke lokasi tersebut, menyusul serangan AS dan Israel yang merusak fasilitas nuklir utama Iran tahun lalu.