Konjungsi atau kata hubung dalam Bahasa Indonesia berfungsi menghubungkan kata, frasa, dan klausa. Salah satu jenisnya adalah konjungsi tujuan, yang menyatakan maksud atau harapan dari suatu tindakan.

Konjungsi tujuan dipelajari mulai dari jenjang SD hingga SMA. Memahami pengertian dan contohnya dapat membantu meningkatkan kualitas tulisan dan komunikasi lisan.

>>> Profil Dea Arranoya Anak Nevi Rizal Mantan Plt Sekda Kabupaten Gayo Lues yang Ketahuan Flexing di Medsos: Umur, Agama dan Akun Instgaram

Pengertian Konjungsi Tujuan

Menurut buku Master Bahasa Indonesia karya Ainia Prihantini (2015), konjungsi tujuan adalah hubungan dalam kalimat majemuk yang anak kalimatnya menyatakan tujuan atau harapan dari induk kalimat.

Sementara itu, dalam buku Teks dalam Kajian Struktur dan Kebahasaan (2018) karya Taufiqur Rahman, konjungsi tujuan diartikan sebagai kata penghubung yang menjelaskan maksud dan tujuan dari suatu acara atau tindakan.

Jenis-Jenis Konjungsi Tujuan

Berdasarkan buku Master Bahasa Indonesia, konjungsi tujuan meliputi agar, supaya, untuk, dan biar. Kata agar, supaya, dan untuk digunakan dalam konteks formal, sedangkan biar lebih cocok untuk informal.

Selain itu, ada juga konjungsi demi yang menyatakan pengorbanan.

Berikut penjelasan masing-masing jenis:

1. Agar: digunakan untuk menyatakan harapan agar sesuatu terjadi.

Contoh: Saya belajar dengan giat agar bisa lulus ujian.

2. Supaya: memiliki fungsi mirip dengan agar, namun terkadang lebih informal.

Contoh: Kami mengadakan rapat supaya semua masalah bisa diselesaikan.

3. Untuk: menunjukkan tujuan yang lebih spesifik atau konkret.

Contoh: Saya pergi ke toko untuk membeli bahan makanan.

4. Biar: sering digunakan dalam percakapan sehari-hari dengan nuansa santai.

Contoh: Saya akan meneleponnya biar dia tidak khawatir.