Beberapa pekan lalu, saya mengalami pemadaman listrik selama dua hari. Beruntung, rencana kesiapsiagaan darurat yang saya susun setelah pemadaman panjang beberapa tahun lalu terbukti sangat membantu.

Saya juga memastikan ponsel Android tetap andal selama masa sulit ini. Berikut langkah-langkah yang saya lakukan.

>>> 60 Contoh Penggunaan Konjungsi Tujuan dalam Kalimat dan Pengertiannya

Membuat Rencana Kesiapsiagaan Darurat

Langkah pertama adalah menyusun daftar periksa barang-barang penting. Saya memastikan stok makanan non-perishable yang tidak memerlukan alat masak listrik, kecuali barbekyu jika ada gas.

Saya juga menyimpan baterai cadangan dan senter yang kompatibel. Power bank berkualitas, seperti dari UGreen atau Anker, selalu terisi penuh dan diperiksa setiap bulan.

Jika memungkinkan, generator portabel bisa menjadi investasi berguna. Selain itu, stok es untuk freezer juga disarankan.

Selama pemadaman, makanan di kulkas harus dibuang setelah 4-5 jam tanpa listrik, atau pindahkan ke cooler berisi es.

Freezer dapat bertahan 24-48 jam jika tetap tertutup.

Jangan lupa kotak P3K dan air bersih. Saya tinggal di daerah dengan sumur, jadi selalu menyimpan beberapa galon air kemasan.

Menyiapkan Ponsel Android untuk Keadaan Darurat

Pastikan semua perangkat elektronik terhubung ke pelindung lonjakan arus. Jika tidak, segera cabut kabelnya.

Ponsel menjadi alat paling penting selama pemadaman.

Saya mengatur ulang pengaturan hemat daya agar tetap terhubung ke menara seluler, tetapi memblokir notifikasi aplikasi dan menyegarkan latar belakang seminimal mungkin.

Pada ponsel Samsung dengan One UI 8.5, saya masuk ke Pengaturan Baterai > Penghemat Daya, lalu memilih Standar.

>>> Profil Dea Arranoya Anak Nevi Rizal Mantan Plt Sekda Kabupaten Gayo Lues yang Ketahuan Flexing di Medsos: Umur, Agama dan Akun Instgaram