Alasan Iran Masih Bertahan Meski Digempur Habis-habisan oleh AS
Serangan beruntun Amerika Serikat terhadap Iran belum mampu membuat Teheran bertekuk lutut. Iran masih bisa melawan dengan menggempur situs militer AS dan menewaskan sejumlah prajurit Washington.
Tiga tentara AS tewas dalam serangan Iran di Yordania.
>>> Pengacara Jokowi Hormati Putusan Sela yang Kabulkan Eksepsi dr Tifa
Serangan ini menunjukkan kemampuan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dalam menimbulkan korban jiwa besar, lima bulan setelah perang meletus pada Februari lalu.
Para analis menyebut serangan itu menggarisbawahi kenyataan tidak menyenangkan bagi Washington. Terlepas dari gempuran demi gempuran, Iran masih mempertahankan kemampuan militer untuk melanjutkan perang asimetris berkepanjangan.
Kemampuan Militer Iran Pulih Lebih Cepat
"Kemampuan militer Iran tetap tangguh.
Mereka pulih lebih cepat dari yang diperkirakan," kata direktur analisis militer Defense Priorities, Jennifer Kavanagh, kepada Al Jazeera.
"Militer Iran jelas bukan 'tidak efektif dalam pertempuran' seperti yang diduga Pentagon. Mereka mengalami kerusakan signifikan tetapi terus belajar dan beradaptasi," ucapnya.
Menurut Kavanagh, kepresisian serangan Iran terhadap target militer AS karena ada bantuan dari Rusia dan China.
"Serangannya semakin tepat sasaran dari waktu ke waktu, kemungkinan dengan bantuan intelijen Rusia dan China," tambahnya.
Dosen senior di King's College London, Andreas Krieg, mengatakan kemampuan tersebut disebabkan kombinasi banyak faktor yang didukung lokasi dan desain situs militer AS.
Sekitar 50 ribu pasukan AS beroperasi dari "pangkalan tetap yang terekspos dan berada dalam jangkauan persenjataan rudal dan drone Iran yang semakin canggih."
"(Banyak personel) sering ditempatkan di fasilitas semi-permanen yang dirancang untuk melindungi dari roket, mortir, dan alat peledak improvisasi, bukan dari rudal balistik presisi yang membawa hulu ledak besar," ujar Krieg.
Update Terbaru
OJK Cabut Izin Usaha Penjamin Emisi Efek PT Ekuator Swarna Sekuritas
Kamis / 23-07-2026, 15:50 WIB
Hari Anak 2026, Pertamina Trans Kontinental Ajak Anak Jaga Laut
Kamis / 23-07-2026, 15:50 WIB
Setoran Pajak Ekonomi Digital Tembus Rp54,71 Triliun hingga Semester I 2026
Kamis / 23-07-2026, 15:50 WIB
Pramono Anung Dikritik karena Klaim Orang Tinggalkan Partai Tak Akan Besar
Kamis / 23-07-2026, 15:50 WIB
Marc Anthony Sambut Anak Ke-8, Istri 30 Tahun Lebih Muda
Kamis / 23-07-2026, 15:50 WIB
Petisi Online Minta Final Piala Dunia 2026 Diulang, Sudah 61.500 Tanda Tangan
Kamis / 23-07-2026, 15:50 WIB
Samsung Rilis Galaxy Z Fold8 dengan Layar Lebar, Mendahului Apple
Kamis / 23-07-2026, 15:50 WIB
5 Langkah Mudah Daftarkan UMKM Desa Penuktukan ke Google Maps 2026
Kamis / 23-07-2026, 15:47 WIB
Cara Mendapatkan Samsung Z Fold 8 dengan Desain Lebih Ramping dan Harga Terbaru 2026
Kamis / 23-07-2026, 15:47 WIB
Cardfight!! Vanguard Divinez Unmei Seisen-hen Tayang 7 November, Lagu Tema dari Kis-My-Ft2
Kamis / 23-07-2026, 15:37 WIB
Inter Miami Resmi Rekrut Casemiro di Tengah Investigasi MLS
Kamis / 23-07-2026, 15:37 WIB
Rick Devens Menangkan Power of Veto di Big Brother 28
Kamis / 23-07-2026, 15:37 WIB
Houston Dynamo Kembali ke MLS, Hadapi DC United
Kamis / 23-07-2026, 15:36 WIB
La Familia Kalahkan The Ville, Lolos ke Babak Kedua TBT
Kamis / 23-07-2026, 15:36 WIB







