>>> BI Bantah Larang Masyarakat Beli Dolar AS Lebih dari US$10 Ribu

Karenanya, serangan semacam itu dapat "menyebabkan kerusakan yang cukup besar."

Secara keseluruhan, jumlah korban tewas di pihak AS mencapai 18 orang sejak perang pecah.

Selain tiga prajurit yang tewas di Yordania, kematian lainnya bukan akibat langsung dari serangan Iran.

Rudal dan Drone Canggih

Menurut Krieg, Iran masih memiliki persenjataan rudal dan drone yang kian canggih untuk melawan sistem pertahanan udara AS, termasuk Patriot dan THAAD.

Iran telah mengembangkan rudal balistik dan rudal jelajah, serta drone bersenjata yang dapat mendekati target "dengan lintasan dan kecepatan berbeda."

Apabila dipadukan dengan umpan dan lokasi yang tersebar, hal itu dapat mengurangi efektivitas sistem pertahanan AS.

"Meskipun sebagian besar senjata yang datang dihancurkan, sejumlah kecil senjata yang menembus perisai pertahanan dapat menimbulkan korban yang cukup besar," ucap Krieg.

Mona Yacoubian dari CSIS mengatakan Iran tampaknya menunjukkan "niat yang lebih besar" dalam menyerang aset militer AS di serangan terbarunya.

"Saya kira yang penting untuk digarisbawahi adalah ini tampaknya merupakan pola baru dalam hal intensitas serangan Iran yang berupaya menghantam target militer AS," katanya.

>>> Petisi Tembus 78 Ribu, Fans Argentina Minta Final Piala Dunia Diulang

Yacoubian menambahkan dampak serangan terbaru Iran kemungkinan merupakan hasil dari peningkatan akurasi, penurunan kemampuan sistem pertahanan dan radar AS, atau bisa juga hanya "serangan beruntung."