Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan mengebom jembatan hingga pembangkit listrik Iran apabila kapal-kapal di Selat Hormuz diserang.

Melalui unggahan di Truth Social, Trump menyatakan setiap kali Selat Hormuz diusik, AS akan menghancurkan jembatan atau pembangkit listrik Iran, termasuk yang berada di ibu kota.

>>> Kejagung Terbitkan Sprindik Baru TPPU Emas 74 Kg dan Uang Rp543 M di Rumah Febrie

"Mulai sekarang, setiap kali Republik Islam Iran menembaki kapal di Selat Hormuz, baik itu dengan rudal, roket, drone, perangkat atau senjata lainnya, Amerika Serikat akan membom dan menghancurkan SATU JEMBATAN ATAU PEMBANGKIT LISTRIK, termasuk yang terletak di dekat, atau di, Ibu Kota Teheran," tulis Trump pada Rabu (22/7), seperti dikutip Middle East Monitor.

Sejak perang pecah, Trump berulang kali mengancam akan mengebom infrastruktur energi Iran, bahkan memusnahkan peradaban negara itu. Namun, ancaman kali ini lebih spesifik dibandingkan sebelumnya.

AS dan Iran kembali bertempur setelah Iran menembaki sejumlah kapal di Selat Hormuz awal bulan ini. AS menilai Iran melanggar nota kesepahaman (MoU) yang diteken pada Juni.

>>> Netizen Protes Best 11 Piala Dunia 2026 Versi FIFA, Ini Daftarnya

Sementara Iran merasa serangannya valid karena kapal-kapal tersebut melanggar rute yang ditetapkan Teheran.

Serangan terbaru AS ke Iran umumnya menyasar wilayah pesisir negara tersebut. Iran membalas dengan meluncurkan serangan terhadap situs-situs militer AS di seluruh Timur Tengah.

Majid Mousavi, kepala Angkatan Udara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), memperingatkan jika pembangkit listrik Iran diserang, Teheran akan membalas dengan menyerang pembangkit listrik negara-negara Arab.

>>> 3 PR Utama MBG Menanti Gebrakan Bos Baru BGN Sudaryono

"Jika jembatan dan pembangkit listrik kami diserang, pemadaman listrik bagi sekutu dan tuan rumah para pembunuh anak-anak sudah pasti terjadi," ucapnya, seperti dikutip Al Jazeera.