Israel diduga menjadi dalang di balik rencana serangan Amerika Serikat ke kompleks nuklir Iran. Tel Aviv disebut aktif mendorong sekutunya untuk menargetkan fasilitas paling sensitif milik Teheran.

Laporan Times of Israel pada Kamis (23/7/2026) mengungkapkan Washington telah memberi isyarat kepada sekutunya mengenai eskalasi operasi militer dalam beberapa hari ke depan.

>>> Casio Rilis Jam Tangan Emas dengan Dial Hijau di AS

Sasaran utamanya adalah fasilitas nuklir di Pickaxe Mountain, Kota Qom.

Amerika Serikat disebut akan mengerahkan pesawat pengebom berat dalam serangan tersebut. Rencana ini sejalan dengan pernyataan Presiden Donald Trump yang berulang kali mengisyaratkan serangan dalam waktu dekat.

Koordinasi keamanan intensif antara AS dan Israel juga bertujuan mengantisipasi balasan Iran. Washington telah memberikan informasi awal agar Israel dapat mempersiapkan pertahanan jika Teheran membalas.

Diplomasi Intelijen Israel di Washington

Di balik rencana tersebut, Kepala Mossad Roman Gofman dilaporkan menggelar pertemuan dengan Direktur CIA John Ratcliffe dan pejabat Gedung Putih.

>>> Galaxy Z Fold 8 Resmi Meluncur, Saingi iPhone Ultra dengan Lipatan Lebih Rapi

Selain itu, delegasi penting dari Israel datang ke AS untuk meyakinkan sekutunya agar menyetujui serangan terhadap Pickaxe Mountain.

Jika laporan ini benar, Tel Aviv tidak hanya menjadi mitra strategis tetapi juga berperan aktif dalam mendorong keputusan militer terhadap program nuklir Iran.

Hingga kini, Gedung Putih dan Israel belum memberikan pernyataan resmi.

>>> Ramalan Zodiak 23 Juli: Aquarius Keras Kepala, Pisces Dihantui Kegagalan

Iran juga belum menanggapi kabar mengenai dugaan keterlibatan Israel maupun rencana serangan AS terhadap fasilitas nuklirnya.