Iran Ancam Blokir Ekspor Minyak Negara Timur Tengah Jika Perang dengan AS
Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) semakin memanas dan kini merambah ke sektor energi global.
Iran melontarkan ancaman keras bahwa tidak akan ada satu pun negara di kawasan yang bisa menjual minyak apabila mereka sendiri tidak dapat mengekspor komoditas tersebut selama konflik dengan AS.
>>> Oppo Find X10 Series Bocor: Desain Kamera Baru dan Model Pro Max
Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Parlemen sekaligus Negosiator Utama Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, melalui akun media sosialnya di X, Kamis (23/7/2026).
"Persamaan perang ini jelas: semua atau tidak sama sekali. Tidak ada yang akan bisa menjual minyak di kawasan di mana Iran tidak bisa melakukannya.
Jika keamanan Teheran tidak dijamin, tidak ada infrastruktur yang akan aman," tulis Qalibaf.
Qalibaf juga menegaskan bahwa Iran tidak akan tinggal diam apabila keamanan nasionalnya terus terancam.
Menurutnya, seluruh infrastruktur strategis di kawasan juga tidak akan aman jika keamanan negaranya tidak dijamin.
>>> Pria di Florida Gugat OpenAI, Klaim ChatGPT Hampir Membunuhnya dengan Saran Medis Berbahaya
Ia kembali menyoroti keberadaan militer AS di Timur Tengah dan berpendapat bahwa keamanan kawasan hanya dapat terwujud jika pasukan Washington pergi.
Pernyataan Iran muncul tidak lama setelah ultimatum dari Presiden AS Donald Trump. Trump menegaskan akan melindungi setiap kapal yang melintasi perairan Selat Hormuz.
Trump memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap kapal dagang akan dibalas dengan serangan langsung terhadap infrastruktur penting milik Iran, termasuk jembatan dan pembangkit listrik di sekitar atau di dalam Teheran.
"Mulai saat ini, setiap kali mereka menembak kapal, baik dengan rudal, roket, drone, atau alat lainnya, kami akan membom dan menghancurkan satu jembatan atau pembangkit listrik, termasuk yang berada di dekat atau di ibu kota Teheran," ujar Trump.
>>> Anbernic Rilis GBA SP Clone Baru Tanpa Thumbstick, Fokus pada Nostalgia Murni
Ultimatum tersebut disampaikan setelah AS melanjutkan operasi militernya terhadap target-target terkait selama 11 malam berturut-turut, yang semakin memperburuk hubungan kedua negara.
Update Terbaru
Gus Miftah Siap Kembalikan Rp100 Juta Jika Terbukti Terima Aliran Dana Korupsi
Kamis / 23-07-2026, 04:41 WIB
Trump Dukung Gianni Infantino Jadi Sekjen PBB Usai Piala Dunia 2026
Kamis / 23-07-2026, 04:37 WIB
Serangan Drone Iran Makin Presisi, Intelijen AS Bingung Cari Dalang
Kamis / 23-07-2026, 04:36 WIB
Tanggapi Ancaman Iran, Trump: AS Tak Butuh Selat Hormuz
Kamis / 23-07-2026, 04:36 WIB
Matt Damon Belajar Jadi Pemimpin Film dari Robin Williams dan Tom Hanks
Kamis / 23-07-2026, 04:14 WIB
Activision Akui Matchmaking Call of Duty Dulu Lebih Baik, Perbarui Black Ops 7 dengan Sistem Klasik
Kamis / 23-07-2026, 04:14 WIB
Jadwal Pembayaran SSI Agustus 2026 Dimajukan, Cek Tanggalnya
Kamis / 23-07-2026, 04:14 WIB
Mohamed El-Erian Puji Program Rekening Investasi Anak Trump
Kamis / 23-07-2026, 04:14 WIB
Chick-fil-A Peringatkan Pelanggan Setelah Serangan Siber Bocorkan Data
Kamis / 23-07-2026, 04:14 WIB
Tomb Raider King Animated Series Umumkan Pengisi Suara Inggris, Tayang 22 Juli
Kamis / 23-07-2026, 04:11 WIB
Ted Lasso Season 4 Akan Fokus pada Tim Sepak Bola Wanita
Kamis / 23-07-2026, 04:11 WIB
Salvador Perez Samai Rekor Home Run Royals, Kalahkan Giants
Kamis / 23-07-2026, 04:11 WIB
Bikin Farm Otomatis di Minecraft? Ini Triknya Biar Gak Repot Lagi!
Kamis / 23-07-2026, 04:07 WIB
Perubahan eFootball dari Masa ke Masa: Dari PES ke Free-to-Play
Kamis / 23-07-2026, 04:07 WIB







