Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan negaranya tidak membutuhkan Selat Hormuz untuk memenuhi kebutuhan energi domestik. Pernyataan itu disampaikan menanggapi ancaman terbaru dari Iran.

"Digabung dengan Venezuela, kami menguasai sekitar 62 persen pasar minyak dunia.

>>> Matt Damon Belajar Jadi Pemimpin Film dari Robin Williams dan Tom Hanks

Jadi kami tidak membutuhkan selat, kami tidak membutuhkan apa pun, kami tidak membutuhkan Selat Hormuz," kata Trump dikutip dari Fox News, Kamis (23/7/2026).

Meski demikian, Trump menegaskan bahwa perhatian Washington terhadap kawasan tersebut bukan semata-mata soal pasokan energi. Menurutnya, kepentingan strategis yang lebih besar adalah memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir.

"Tetapi kami melakukannya karena memang harus. Kami tidak bisa membiarkan mereka memiliki senjata nuklir," ujar Trump.

Trump juga mengklaim bahwa AS berada dalam posisi unggul dalam menghadapi Iran. Ia menilai berbagai langkah yang diambil telah berhasil membatasi kemampuan Iran untuk mengancam kepentingan Amerika Serikat.

"Kami juga sedang menang melawan mereka dan kami memastikan mereka tidak akan pernah bisa melakukan kepada kami apa yang telah mereka lakukan kepada begitu banyak pihak," kata Trump.

>>> Activision Akui Matchmaking Call of Duty Dulu Lebih Baik, Perbarui Black Ops 7 dengan Sistem Klasik

Ancaman Iran terhadap Infrastruktur Timur Tengah

Sebelumnya, Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf menyatakan negaranya tidak akan tinggal diam jika keamanan nasional terus terancam.

Ia mengatakan jika keamanan Iran tidak dijamin, maka seluruh infrastruktur strategis di Timur Tengah juga akan terancam.

"Persamaan perang ini jelas: semua atau tidak sama sekali. Tidak seorang pun akan dapat menjual minyak di kawasan jika kami sendiri tidak dapat melakukannya.

Jika keamanan kami tidak terjamin, tidak ada infrastruktur yang akan aman," ungkap Qalibaf.

Selat Hormuz selama ini dikenal sebagai salah satu jalur pelayaran paling strategis bagi distribusi minyak global.

>>> Jadwal Pembayaran SSI Agustus 2026 Dimajukan, Cek Tanggalnya

Eskalasi ketegangan di kawasan tersebut kerap menjadi perhatian pelaku pasar energi dunia dan memengaruhi harga minyak internasional.