Pemerintah Amerika Serikat kembali melontarkan tuduhan serius terhadap Iran. Teheran disebut diam-diam mengirim personel Garda Revolusi Islam (IRGC) ke Yaman.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengungkapkan bahwa pengiriman pasukan itu dilakukan melalui penerbangan langsung dari Teheran ke Yaman.

>>> Sudaryono Janji Hapus 'Rapat di Bawah Meja' di BGN: Indonesia Cerah, Tak Perlu Gelap-gelapan

Langkah ini hampir tidak terdeteksi oleh Washington.

"They decided to send direct flights from Tehran into Yemen. IRGC elements and others got into the country.

And the Saudis responded to it," kata Rubio, dikutip Kamis (23/7/2026).

Rubio tidak merinci identitas penerbangan maupun jumlah personel yang dikirim. Ia juga tidak memaparkan bukti yang mendukung klaim tersebut.

>>> Iran Ancam Blokir Ekspor Minyak Negara Timur Tengah Jika Perang dengan AS

Ketegangan Meningkat di Kawasan

Pernyataan Rubio muncul saat ketegangan di kawasan kembali meningkat. Kelompok Houthi baru-baru ini mengumumkan blokade terhadap kapal-kapal yang terkait Arab Saudi di Selat Bab el-Mandeb.

Blokade itu memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik dan terganggunya arus perdagangan global. Selat Bab el-Mandeb merupakan penghubung utama antara Laut Merah dan Teluk Aden.

Menurut Houthi, blokade dilakukan sebagai balasan atas kebijakan Arab Saudi terhadap Yaman. Salah satu pemicunya adalah serangan di Bandara Sanaa.

Hingga berita ini ditulis, Iran belum memberikan tanggapan resmi atas tuduhan Rubio.

>>> Oppo Find X10 Series Bocor: Desain Kamera Baru dan Model Pro Max

Jika terbukti, eskalasi konflik diperkirakan semakin sulit diredam dan berpotensi memperluas ketegangan antara Iran, AS, Arab Saudi, dan Houthi.