Kemampuan Iran dalam melancarkan serangan drone kini menjadi sorotan setelah berhasil menyerang fasilitas intelijen Amerika Serikat (AS) dengan tingkat akurasi tinggi.

Komunitas intelijen AS pun melakukan penyelidikan untuk mencari tahu apakah Iran mendapat bantuan dari Rusia.

>>> Tanggapi Ancaman Iran, Trump: AS Tak Butuh Selat Hormuz

Mengutip laporan Times of Israel pada Kamis (23/7/2026), analis intelijen AS tengah menelusuri kemungkinan adanya dukungan teknologi dan informasi penentuan sasaran dari Moskow ke Teheran.

Dugaan itu muncul setelah serangan drone menghantam sejumlah fasilitas milik Central Intelligence Agency (CIA) di Timur Tengah dengan presisi yang dinilai tidak biasa.

Badan intelijen AS belum memperoleh kesimpulan pasti mengenai keterlibatan Rusia. Namun, efektivitas serangan dan kemampuan drone menghantam target secara akurat menjadi alasan utama penyelidikan.

Hubungan kerja sama militer dan teknis yang semakin erat antara Iran dan Rusia juga memperkuat dugaan adanya bantuan dari Moskow.

Laporan tersebut mengungkapkan bahwa para pejabat sebenarnya telah mengakui adanya bantuan Rusia ke Iran, meski belum jelas bentuknya.

Salah satu yang dipastikan adalah bantuan penentuan sasaran dalam sejumlah serangan terhadap kepentingan AS di Timur Tengah.

>>> Matt Damon Belajar Jadi Pemimpin Film dari Robin Williams dan Tom Hanks

Penyelidikan khusus mengenai dugaan keterlibatan itu baru terungkap ke publik melalui laporan terbaru. Sejumlah sumber menyebut sedikitnya dua fasilitas rahasia menjadi sasaran serangan pada Maret 2026.

Salah satu lokasi yang terdampak adalah Stasiun CIA di Kedutaan Besar AS di Riyadh, Arab Saudi. Sementara lokasi lainnya berada di Irak Timur.

Beberapa narasumber juga mengklaim terdapat fasilitas lain yang ikut menjadi sasaran, namun mereka tidak bersedia mengungkap rincian lokasi maupun tingkat kerusakan.

Hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai dampak operasional akibat serangan tersebut. Penyelidikan Washington menunjukkan besarnya perhatian terhadap perkembangan kemampuan militer Iran, khususnya di bidang teknologi drone.

Jika Rusia benar-benar terlibat, hal itu diperkirakan akan semakin memperumit hubungan antara Washington, Moskow, dan Teheran yang sudah berada dalam tensi tinggi akibat berbagai konflik geopolitik.

Belum ada tanggapan resmi dari Iran dan Rusia terkait laporan tersebut.

>>> Activision Akui Matchmaking Call of Duty Dulu Lebih Baik, Perbarui Black Ops 7 dengan Sistem Klasik

Kedua negara juga belum memberikan klarifikasi atas dugaan pasokan teknologi drone canggih atau data penentuan sasaran untuk menghancurkan fasilitas intelijen AS.