Menteri Pertahanan Pete Hegseth meminta tambahan dana militer sebesar $67 miliar dalam sidang Komite Alokasi Senat pada Selasa, 21 Juli.

Permintaan ini muncul saat estimasi resmi menunjukkan biaya perang dengan Iran telah mencapai $37,5 miliar.

>>> Penjualan Ritel Meksiko Turun 0,6% pada Mei, Peso Tetap Perkasa

Permintaan dana tambahan ini datang di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Estimasi internal Departemen Pertahanan bahkan memperkirakan total pengeluaran perang bisa mencapai $80 miliar hingga $100 miliar.

Korban militer AS tercatat 18 personel tewas dan sekitar 100 personel terluka.

Salah satunya adalah Sersan Angel Rampersad, 28 tahun, yang teridentifikasi sebagai prajurit ketiga yang tewas dalam serangan baru-baru ini di Yordania.

Ketegangan di Sidang Senat

Dalam sidang, anggota parlemen mendesak adanya metrik yang jelas mengenai garis waktu dan tujuan akhir kampanye militer yang dimulai pada 28 Februari.

Senator Jon Ossoff, D-Ga. , mempertanyakan pernyataan Hegseth pada hari ke-14 perang bahwa militer Iran telah 'dihancurkan dan dibuat tidak efektif'.

Menanggapi pertanyaan tentang ruang lingkup strategis operasi, pejabat militer menekankan tujuan utama non-proliferasi dan keamanan maritim regional.

Hegseth menyatakan, 'Tujuan utamanya adalah memastikan Iran tidak pernah memiliki senjata nuklir.'

Hegseth juga merinci upaya taktis saat ini yang berfokus pada aset Iran di sepanjang jalur perdagangan kritis. 'Sebagian besar serangan...

menghilangkan kemampuan Iran untuk melihat dan merasakan di Selat Hormuz,' ujarnya.

>>> Pasangan Michigan Gugat Taco Bell Akibat Wabah Selada Terkontaminasi

Sidang berlangsung memanas dengan pertukaran pendapat tajam mengenai strategi administrasi dan dukungan legislatif. Senator Gary Peters, D-Mich.

, menuduh Hegseth tidak memiliki strategi jangka panjang untuk memenangkan perang.