Pergantian Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) tidak memutus hubungan antara Nanik Sudaryati Deyang dan Sudaryono. Justru sebaliknya, keduanya mengungkap memiliki kedekatan yang telah terjalin selama bertahun-tahun.

Keduanya dipersatukan oleh Presiden Prabowo Subianto. Sudaryono mengatakan hubungan mereka sudah jauh melampaui urusan pekerjaan maupun politik.

>>> Cara Daftar Face Recognition KAI untuk Boarding Tanpa Tiket di 22 Stasiun

Ia mengaku mengenal sosok eks jurnalis itu sejak sama-sama berada dalam lingkaran dekat dari Presiden Prabowo. "Beliau adalah budenya anak-anak saya, beliau itu adalah kakak saya.

Kita bukan lagi hubungan karena kepartaian atau hubungan karena Pak Prabowo.

Betul karena ada beliau kita disatukan di situ, tapi kemudian kita jadi satu keluargalah yang baik," katanya, dikutip Kamis (23/7/2026).

Dari Wakil Menteri ke Kepala BGN

Sudaryono sebelumnya adalah Wakil Menteri Pertanian. Kini ia ditunjuk untuk mengisi jabatan Kepala BGN yang sebelumnya diisi oleh Nanik.

Nanik sendiri mengumumkan dirinya mengundurkan diri dari posisi terkait dengan alasan kesehatan.

>>> MBG Bakal Rakus seperti Pacman, Sudaryono: Tak Ada Lagi Mandi Susu hingga Buang-buang Wortel

Menariknya, ia sebenarnya sudah lebih dulu memberikan petunjuk mengenai sosok yang akan meneruskan kepemimpinannya di Badan Gizi Nasional.

Nanik menyebut penerusnya adalah "adik" yang sudah sangat dikenalnya. Ungkapan tersebut kini terjawab, di mana sosok "adik" tersebut merupakan Sudaryono.

Meski kini dipisahkan oleh jabatan, hubungan keduanya dipastikan tidak berubah. Nanik bahkan diproyeksikan tetap terlibat dalam pengawasan dari Badan Gizi Nasional.

Hal itu menyusul rencana pembentukan Dewan Pengawas BGN.

Adapun Nanik secara terbuka mengaku tidak lagi ingin terlibat langsung dalam pengelolaan keuangan program, termasuk anggaran makan bergizi gratis yang selama ini menjadi salah satu program prioritas pemerintah.

>>> 16 Kepala Daerah Terjerat Korupsi, Semuanya Pernah Dikumpulkan Prabowo di Sentul

"Di mana saya disuruh menjadi ketua dewan pengawasnya (kalau mencereweti kayaknya masih bisa, yang penting tidak berhubungan dengan pegang uang, sumpah trauma akut)," ungkapnya.