6.300 Pegawai PU Terindikasi Judi Online, Eselon IV Transaksi Rp 800 Juta
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkap fakta mengejutkan terkait indikasi keterlibatan pegawainya dalam judi online.
Berdasarkan data dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), sekitar 6.300 pegawai di lingkungan Kementerian PU terindikasi melakukan transaksi judi haram tersebut.
>>> Mossad Dorong Trump Serang Kompleks Nuklir Iran, Ini Buktinya
Mayoritas pegawai yang terindikasi didominasi oleh pejabat eselon IV hingga aparatur berstatus Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
Nilai transaksi tertinggi bahkan menembus angka fantastis, yakni lebih dari Rp 800 juta oleh seorang pegawai eselon IV.
"Dari Kepala PPATK itu ada judol. Eh judol di sini enggak main-main loh, satu orang itu bisa ratusan juta loh.
Itu paling tinggi 800 sekian juta satu orang itu eselon IV," tegas Dody di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Besarnya nilai transaksi judi online ini memicu keprihatinan mendalam. Dody mempertanyakan sumber dana yang digunakan oleh para oknum pegawai tersebut.
Ia telah menugaskan Inspektorat Jenderal (Irjen) Kementerian PU untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh.
>>> Casio Rilis Jam Tangan Emas dengan Dial Hijau di AS
"Teman-teman ini bermain judol sampai ratusan juta itu uangnya dari mana? Yang kita takutkan kan, wah ini uang rakyat dipakai.
Tapi saya sekali lagi tidak boleh suudzon kepada staf saya sendiri. Makanya perlu nanti diperiksa oleh Inspektorat Jenderal," jelas Dody.
Skema Sanksi Berdasarkan Nominal Transaksi
Dari total sekitar 6.300 pegawai yang terdaftar dalam data PPATK, Kementerian PU akan menerapkan skema penanganan dan pembagian sanksi berdasarkan besarnya nominal transaksi.
Untuk transaksi di bawah Rp 10 juta, pegawai diarahkan menerima teguran ringan, peringatan, dan sanksi administratif ringan.
Sementara itu, transaksi di atas Rp 10 juta akan menjalani pemeriksaan dan pendalaman intensif oleh tim internal.
Langkah tegas ini diambil guna memastikan akuntabilitas instansi dan menjaga agar dana anggaran negara tidak disalahgunakan.
>>> Galaxy Z Fold 8 Resmi Meluncur, Saingi iPhone Ultra dengan Lipatan Lebih Rapi
"Basically begini, kita tidak mau uang rakyat itu dipakai yang tidak pada tempatnya," pungkas Dody.
Update Terbaru
Flamengo Hadapi Chapecoense di Serie A, 22 Juli 2026
Kamis / 23-07-2026, 07:16 WIB
Jadwal 7 Wakil Indonesia di 16 Besar China Open 2026: Jonatan Main
Kamis / 23-07-2026, 07:16 WIB
IHSG Diproyeksi Menguat Hari Ini, Cermati Level Support dan Resistance
Kamis / 23-07-2026, 07:16 WIB
Kredit UMKM Diproyeksikan Tumbuh Positif hingga Akhir 2026
Kamis / 23-07-2026, 07:15 WIB
Pemerintah Percepat Pengembangan Hidrogen untuk Transisi Energi
Kamis / 23-07-2026, 07:14 WIB
Serba-serbi Kasus Korupsi Pakan Satwa Kebun Binatang Surabaya Rp10,2 M
Kamis / 23-07-2026, 07:14 WIB
Satya, Desainer Down Syndrome, Wujudkan Mimpi Lewat Koleksi Pakaian Anak
Kamis / 23-07-2026, 07:14 WIB
Penjualan Mobil Baru Semester I 2026 Naik 2 Digit
Kamis / 23-07-2026, 07:14 WIB
AS dan Saudi Teken Kerja Sama Nuklir, Picu Kekhawatiran Proliferasi
Kamis / 23-07-2026, 07:14 WIB
Jadwal KRL Jogja-Solo 23 Juli 2026, Rute Tugu hingga Palur
Kamis / 23-07-2026, 07:14 WIB
Clavicular Dipertanyakan Soal Izin Medis dalam Gugatan Remaja Influencer
Kamis / 23-07-2026, 07:11 WIB
MA Tolak PK Eks Dirut Garuda Emirsyah Satar, Hukuman 10 Tahun Tetap
Kamis / 23-07-2026, 07:11 WIB
Pemilik Restoran Michelin di Korsel Terancam Bui Gegara Sajikan Sorbet Semut
Kamis / 23-07-2026, 07:11 WIB
Clavicular Dipertanyakan Soal Izin Medis dalam Gugatan Remaja Influencer
Kamis / 23-07-2026, 07:10 WIB







