Menteri Dody Bantah Sengaja Alihkan Isu Surat Dinas dengan Judol Pegawai
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memberikan klarifikasi terkait anggapan yang beredar di media sosial.
Ia disebut sengaja mengalihkan sorotan dari bocornya surat perjalanan dinas dengan isu transaksi judi online (judol) pegawainya.
>>> Hasil 32 Besar China Open: Dramatis, Ana/Meilysa Ditekuk Wakil Korea
Dody tidak membantah secara langsung, namun menyebut dirinya bukan penggiat media sosial. Ia mengaku tidak pernah mengetahui isu yang beredar, terutama yang menyangkut dirinya.
Ia mengatakan data transaksi judol pegawainya disampaikan karena memang mendapatkan laporan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Data PPATK Real
"Gini-gini, kalau data dari PPATK tuh real.
Saya secara resmi dan tidak resmi, tidak resmi itu maksudnya Pak Ivan (PPATK) itu menyerahkan data ke saya itu kan gak resmi, tapi saya resmi ada surat resmi itu dari Kepala PPATK kepada saya untuk menyerahkan data itu, memang ada 6.300-an dari yang judol," ujar Dody dalam bincang media di kantornya, Rabu (22/7).
Menurut Dody, laporan itu harus disampaikan untuk mencegah terjadinya korupsi di berbagai proyek Kementerian PU.
>>> Jadwal Rilis Lookism Chapter 617 dan Spoiler Terbaru
Hal ini karena semua yang terindikasi judol adalah pegawai eselon IV ke bawah, termasuk para CPNS.
"Teman-teman ini bermain judol sampai ratusan juta, itu uangnya dari mana itu yang kita takutkan.
Basically begini, kita tidak mau uang rakyat itu dipakai yang tidak pada tempatnya," jelasnya.
Sementara itu, untuk periode transaksi yang terindikasi, ia menyebutkan belum mengetahui dengan detail. Oleh karena itu belum bisa menjelaskan dengan rinci.
"Kalau menurut saya pribadi sih, di (periode menteri) sebelumnya dan hari ini pasti ada (judol), mungkin yang datang ke saya (data) 2024-2026.
>>> Facebook dan Instagram Down Lagi untuk Kedua Kalinya dalam 72 Jam
Saya nggak ingat lah tapi itu kan sesuatu yang berulang aja dan karena belum pernah ditindak lagi secara serius oleh kami-kami di sini sehingga kemudian ya seolah-olah ada pembiaran," pungkasnya.
Update Terbaru
Membangun Kawasan Industri Berdasarkan Keunggulan Daerah
Rabu / 22-07-2026, 21:15 WIB
Tak Cuma Modal, Kementerian UMKM Perkuat Akses Pasar untuk Usaha Mikro
Rabu / 22-07-2026, 21:14 WIB
Pendapatan Negara Melonjak 21,4%, APBN Jadi Penopang Stabilitas Ekonomi
Rabu / 22-07-2026, 21:14 WIB
SKK Migas Optimistis Regulasi Lingkungan Baru Perkuat Operasi dan Investasi Hulu Migas
Rabu / 22-07-2026, 21:14 WIB
Harta Rp31 Miliar, Ini Deret Kendaraan Kepala BGN Sudaryono
Rabu / 22-07-2026, 21:14 WIB
Bos Blueray Ungkap Tersangka Baru Kasus Korupsi di Bea Cukai
Rabu / 22-07-2026, 21:14 WIB
Donny Ermawan Rangkap Jabatan sebagai Wamenhan dan Gubernur URI
Rabu / 22-07-2026, 21:14 WIB
Kans Indonesia ke Piala Dunia 2030 Terbuka Seiring Wacana 64 Peserta
Rabu / 22-07-2026, 21:14 WIB
PBNU dan Kemenkes Perkuat Kerja Sama Sukseskan Program Kesehatan
Rabu / 22-07-2026, 21:11 WIB
DFSK Kantongi 1.100 Pre-Booking E5 Plus Jelang GIIAS 2026
Rabu / 22-07-2026, 21:11 WIB
Parkour Kini Jadi Tren Kebugaran Lansia di Singapura, Kurangi Risiko Jatuh
Rabu / 22-07-2026, 21:11 WIB
Tutup Wellnest Festival, Remaja hingga Ibu-ibu Ramaikan Cardio Dance
Rabu / 22-07-2026, 21:11 WIB
Herdman Bisa Tiru Spanyol Jika Main Tanpa Striker Murni
Rabu / 22-07-2026, 21:10 WIB
Menteri PU Bakal Temui Mensesneg Bahas Gaya Komunikasi
Rabu / 22-07-2026, 21:10 WIB







