Bagi Satya, pensil dan buku sketsa bukan sekadar alat menggambar. Di tangannya, lembar demi lembar kertas berubah menjadi ilustrasi penuh warna yang bercerita tentang Indonesia.

Pria berusia 26 tahun penyandang Down Syndrome itu mengaku sudah lama jatuh cinta pada dunia menggambar.

>>> Penjualan Mobil Baru Semester I 2026 Naik 2 Digit

Ia tetap setia menuangkan ide di atas buku sketsa menggunakan pensil, bukan lewat perangkat digital.

"Aku memang suka menggambar. Pakainya pensil sama buku sketsa.

Aku bisa gambar sendiri, enggak mau dibantu," kata Satya saat ditemui CNNIndonesia. com beberapa waktu lalu.

Kecintaannya pada budaya Indonesia ia tuangkan ke dalam desain pakaian.

Satya memilih berbagai ikon Nusantara, mulai dari bunga Rafflesia arnoldi, arca di Candi Borobudur, hingga Monumen Nasional (Monas).

"Aku suka tempat-tempat itu, makanya aku gambar. Semoga nanti baju yang aku desain bisa dipajang di mal dan dipakai banyak orang," ujarnya.

Kolaborasi dengan Bohopanna dan Seribu Paras

Mimpi Satya mulai menemukan jalannya melalui kolaborasi Bohopanna dan Seribu Paras. Ilustrasi karyanya menjadi bagian dari koleksi pakaian anak yang diluncurkan menjelang Hari Kemerdekaan Indonesia.

Koleksi tersebut menjadi ajakan untuk memaknai kemerdekaan dari sudut pandang anak-anak. Bahwa setiap anak berhak memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, bermain, berkarya, dan mengekspresikan dirinya.

Kolaborasi ini menjadi langkah baru bagi Bohopanna sebagai kerja sama pertamanya dengan komunitas anak penyandang Down Syndrome di Indonesia.

Sebanyak enam anak Seribu Paras menghadirkan ilustrasi orisinal yang diterjemahkan ke dalam tujuh artikel koleksi terbaru.

Koleksi tersebut meliputi Stripe Polo Shirt Girl, Stripe Polo Playsuit Girl, Stripe Polo Shirt, Stripe Polo Playsuit, Crew Tee, Washed Top Tee, dan Nino Shirt.