Tersedia untuk bayi hingga anak usia 14 tahun.

Cindy Go, Founder Seribu Paras, mengatakan kolaborasi ini bukan sekadar menghadirkan produk fesyen.

Lebih dari itu, membuka ruang bagi anak-anak penyandang Down Syndrome untuk menunjukkan kemampuan mereka kepada masyarakat.

Didirikan pada 2019, Seribu Paras menjadi wadah bagi anak-anak penyandang Down Syndrome untuk mengembangkan minat dan bakat.

Mereka mendapat kesempatan mengeksplorasi berbagai bidang, mulai dari modeling, menggambar, musik, hingga pelatihan menjadi barista.

"Tujuannya agar anak-anak Down Syndrome ini bisa hidup seperti masyarakat pada umumnya, bekerja, dan mendapatkan pekerjaan," ujar Cindy.

>>> AS dan Saudi Teken Kerja Sama Nuklir, Picu Kekhawatiran Proliferasi

Saat ini, terdapat tujuh anak yang terlibat dalam proses kolaborasi desain bersama Bohopanna. Menurut Cindy, setiap anak memiliki potensi luar biasa ketika diberi kesempatan yang tepat.

"Setiap anak memiliki potensi luar biasa ketika diberi kesempatan. Melalui kolaborasi ini, karya mereka tidak hanya diapresiasi, tetapi juga dapat dinikmati oleh lebih banyak keluarga.

Kami berharap semakin banyak pihak yang melihat bahwa setiap anak mampu berkarya dan layak mendapatkan kesempatan yang sama," katanya.

Founder Bohopanna, Devy Natalia, mengatakan sejak awal pihaknya ingin menghadirkan pakaian anak yang tidak hanya nyaman, tetapi juga membawa cerita dan nilai di balik setiap koleksinya.

"Sejak awal, Bohopanna ingin menjadi brand yang tidak hanya menghadirkan pakaian anak, tetapi juga membawa cerita dan nilai di balik setiap koleksinya.

Kami senang visi tersebut disambut baik oleh teman-teman Seribu Paras, sehingga bersama-sama kami dapat menghadirkan koleksi yang bermakna," ujar Devy.

Memaknai Kemerdekaan dari Sudut Pandang Anak

Bagi Bohopanna, Hari Kemerdekaan bukan sekadar momen mengenang sejarah. Kemerdekaan dimaknai sebagai kesempatan bagi setiap anak untuk tumbuh, berekspresi, dan berkembang sesuai keunikannya masing-masing.