Gatot Nurmantyo Ungkap Alat yang Bikin Pejabat Takut ke Jokowi
Jenderal TNI (Purn.
) Gatot Nurmantyo mengungkapkan adanya 'alat' yang membuat menteri, pejabat, hingga pengusaha merasa takut terhadap Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).
>>> Autoclave Tiba, Proyek HPAL Vale di Morowali Makin Dekat Beroperasi
Menurut Gatot, alat tersebut adalah Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri yang dibentuk Jokowi sebelum lengser.
Ia menilai korps ini menjadi bentuk kemenangan mutlak Jokowi atas Presiden Prabowo Subianto, sehingga membuat Prabowo tidak berdaya meski menjabat sebagai kepala negara.
"Dan inilah saya katakan kemenangannya di sini, saya harus katakan kemenangan mutlak. Kenapa sekarang?
Semua pejabat takut dengan tipidkor, ditipidkorkan lagi nanti, pengusaha juga takut dengan tipidkor, artinya apa kekuasaan ada di sana, Prabowo tidak ada apa-apa," ujar Gatot dalam kanal YouTube Hersubeno Point, dikutip Kamis (23/7).
"Saya katakan Prabowo tidak ada apa-apa sekarang walaupun dia presiden. Secara lahiriah para menterinya, pejabatnya takut dengan tipidkor.
>>> Emas 74 Kg di Rumah Febrie, Purnawirawan Jenderal Sebut Prabowo Bisa Jadi Target Selanjutnya
Karena ini adalah yang dibuat oleh Jokowi dan persiapan untuk saat ini," imbuhnya.
Ia menambahkan, Kortastipidkor sengaja disiapkan Jokowi sebelum lengser sebagai alat kendali pasca transisi kekuasaan.
"Saya ulangi ya kan yang menang adalah Jokowi kan dengan tipidkor ini dan semua orang akan takut.
menterinya Jokowi takut, menterinya Prabowo takut kok semua dibuat tipidkor gimana coba?" ucapnya.
Sebagai informasi, Jokowi menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 122 Tahun 2024 pada 15 Oktober 2024.
>>> Ramalan Zodiak 23 Juli: Leo Jangan Terburu-buru, Virgo Perluas Pertemanan
Perpres tersebut membentuk Kortastipidkor di bawah Polri dengan tugas utama membantu Kapolri dalam pencegahan, penelusuran aset, serta penyelidikan dan penyidikan kasus korupsi dan pencucian uang secara lebih optimal.
Update Terbaru
Eksepsi dr Tifa Dikabulkan Hakim, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Disetop
Kamis / 23-07-2026, 12:28 WIB
Sudaryono Sambut Rencana Pembentukan Dewan Pengawas BGN
Kamis / 23-07-2026, 12:28 WIB
Timnas Indonesia Tambah Satu Kiper Jelang Piala AFF 2026
Kamis / 23-07-2026, 12:26 WIB
Perilaku Anak Bisa Dibentuk Algoritma, Bagaimana Cara Mencegahnya?
Kamis / 23-07-2026, 12:26 WIB
Dasco Pimpin Rapat Koordinasi Finalisasi Perpres Ojek Online
Kamis / 23-07-2026, 12:26 WIB
Lady Punk Mondy Tatto Jadi Tersangka Pembunuhan Pengamen Akibat Cinta Segitiga
Kamis / 23-07-2026, 12:22 WIB
Beda Kejaksaan dan Polri, dari Tugas hingga Wewenangnya
Kamis / 23-07-2026, 12:21 WIB
Motor Listrik BGN yang Mark Up Harga Dialihkan ke Kementerian Lain
Kamis / 23-07-2026, 12:21 WIB
Legenda Sepak Bola Indonesia M Basri Tutup Usia
Kamis / 23-07-2026, 12:21 WIB
Purbaya Hapus Bea Masuk Impor LPG Selama 6 Bulan
Kamis / 23-07-2026, 12:21 WIB
Transformasi Danantara Dorong Kinerja InJourney Airports Semester I/2026
Kamis / 23-07-2026, 12:21 WIB
Perang Trump Lawan Iran Bikin Sekutu AS Boncos Nyaris Rp896 Triliun
Kamis / 23-07-2026, 12:21 WIB
Kepala BGN Tak Persoalkan Masalah MBG Viral, Asal Bukan Hoaks
Kamis / 23-07-2026, 12:16 WIB
Pramono Pastikan SDN Kebayoran Lama 09 Segera Dibangun Ulang
Kamis / 23-07-2026, 12:16 WIB







