Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyatakan tidak mempermasalahkan berbagai persoalan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebarluaskan di media sosial.

Namun, ia menegaskan informasi yang disampaikan kepada publik harus berdasarkan fakta dan kebenaran, bukan hoaks.

>>> Pramono Pastikan SDN Kebayoran Lama 09 Segera Dibangun Ulang

Menurut Sudaryono, BGN dan MBG merupakan isu besar yang kerap menjadi perhatian publik dan ramai dibicarakan di media sosial.

Banyak pihak dapat dengan mudah membuat sensasi dengan mengangkat isu MBG hingga viral.

"Saya se-viral apa pun enggak ada masalah, tapi saya ingin itu kemudian diberitakan atau diposting kebenaran.

Kalau ada pelanggaran, itu memang ada kebenarannya," ujarnya di kantor BGN, Jakarta Pusat, Rabu (22/7).

Ia mengingatkan agar informasi permasalahan terkait MBG yang disebarkan tidak berupa hoaks, fitnah, maupun informasi yang sengaja dipelintir.

"Jangan sampai kita kemudian ada hoaks, ada fitnah. Kemudian sengaja misinterpretasi atau mungkin barangkali, mohon maaf kasarnya, jeleknya, sabotase dan lain-lain," ujarnya.

>>> Yusril Pastikan Abdul Karim Miqdad Bukan Pejuang Palestina

Mantan Wakil Menteri Pertanian itu bersedia menerima seluruh masukan dari berbagai pihak dan akan dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki tata kelola BGN.

"Kalau ada dapur enggak benar misalnya, segera laporkan! Kita langsung investigasi.

Kita ingin menegakkan, yang benar kita tegakkan. Yang baik juga harus kita..

jangan sampai satu dua salah, kemudian dianggap yang lain juga keliru," ujar Sudaryono.

Ia membedakan kritik terhadap pelaksanaan program dengan tuntutan untuk menghentikan atau membubarkan MBG dan BGN.

"Kalau misalnya ada yang atas nama kritik kemudian kritiknya misalnya hentikan atau bubarkan MBG, bubarkan BGN, saya kira itu bukan kritik.

>>> Rentetan Kasus Kekerasan Digital pada Anak di Indonesia

Bukan ranah kami untuk hentikan atau membubarkan BGN," ujar Sudaryono.