Sistem QR Code untuk pembelian BBM subsidi Pertalite dan Biosolar yang dirancang agar penyaluran tepat sasaran justru menjadi celah baru bagi praktik penyelewengan.

Temuan terbaru Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengungkap adanya manipulasi masif yang dilakukan oknum nakal untuk menimbun BBM bersubsidi.

>>> Netflix Umumkan Serial Live-Action Parasyte: Tamiya, Tayang 2027

Modus Operandi Penyelewengan QR Code BBM Subsidi

Modus operandi yang terdeteksi cukup sistematis: satu kendaraan beroperasi menggunakan banyak QR Code berbeda.

Akibatnya, batasan kuota harian yang ditetapkan pemerintah bisa dilangkahi dengan mudah.

Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, mengungkap temuan anomali ini saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XII DPR RI pada 22 Juli 2026.

Ia menyoroti fenomena kendaraan yang mengisi BBM berkali-kali dalam sehari menggunakan identitas barcode yang berbeda-beda.

"Hari ini kita menemukan banyak dilakukan penyaluran dengan kendaraan yang sama, dengan QR Code yang beda, dengan frekuensi lebih dari satu kali dalam sehari," tegas Wahyudi.

Temuan BPH Migas: Manipulasi Kuota Harian BBM

Wahyudi bahkan mengungkap data ekstrem di lapangan sebagai bukti nyata kebocoran tersebut.

"Sebagai contoh saja, ada kendaraan dengan pelat nomor BMxxxxUO, transaksinya hampir 2.560 liter, dengan QR Code yang beda.

Per hari transaksinya bisa 1-3 kali," ungkapnya.

>>> Burger King Luncurkan Inisiatif Layanan Pelanggan di Seluruh Restoran AS

Konsumsi mencapai ribuan liter per bulan ini jelas jauh di atas kewajaran kendaraan pribadi atau angkutan barang ringan.

Bahkan dalam satu hari saja, ada kendaraan yang tercatat mampu mengisi hingga 200 liter BBM subsidi.

Padahal, payung hukum sudah tersedia.

Keputusan Kepala BPH Migas Nomor 024/KOM/BPH.DBBM/2026 secara jelas membatasi pembelian: kendaraan pribadi maksimal 50 liter per hari, angkutan umum maksimal 80 liter per hari, dan kendaraan besar (roda enam ke atas) maksimal 200 liter per hari.

Namun, di lapangan, aturan ini hanyalah formalitas bagi oknum yang memanfaatkan celah sistem.

Wahyudi menegaskan bahwa anomali ini menjadi catatan serius bagi pemerintah untuk segera melakukan pemutakhiran sistem pengawasan.

"Ini contoh terjadi anomali di dalam pemanfaatan teknologi yang perlu kita pemutakhiran bersama.

>>> Video Karakter Imp untuk Anime I'm Dating a Dark Summoner Dirilis

Ini menjadikan catatan koreksi agar penyaluran BBM benar-benar tidak dimanfaatkan oleh pihak yang tidak tepat," pungkasnya.