PT Pertamina Patra Niaga memblokir lebih dari 307 ribu QR Code yang digunakan untuk pembelian Pertalite dan solar subsidi.

Pemblokiran ini berlangsung sejak tahun 2023.

>>> Lelang 700 MHz Rampung, Operator Harus Siap Geber Internet Sampai Papua

Langkah tegas ini diambil untuk menindak praktik kecurangan yang masih marak terjadi di lapangan. Sebanyak 232.374 QR Code biosolar dan 74.733 QR Code Pertalite terkena blokir.

Modus Kecurangan yang Terdeteksi

Director of Regional Marketing PT Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, mengatakan pemblokiran merupakan hasil pengawasan ketat terhadap transaksi di lembaga penyalur.

"Dari total data yang ada, kami sejak 2023 telah melakukan blokir hampir 307 ribu kendaraan dan ini terus berlanjut," ujar Eko dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII.

>>> Profil Kaylee Hottle Pemeran Jia pada Film Godzilla vs. Kong yang Meninggal Dunia, Lengkap: Umur, Agama dan Akun IG

Setiap temuan di lapangan, baik dari BPA, BPH, aparat, maupun Pertamina sendiri, langsung ditindak dengan pemblokiran data yang terbukti melakukan fraud.

Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, mengungkapkan modus kecurangan yang sering terjadi. Satu kendaraan bisa mengisi BBM subsidi berkali-kali dalam sehari dengan QR Code berbeda.

"Per hari transaksinya bisa 1-3 kali. Ini contoh anomali dalam pemanfaatan teknologi yang perlu kita pemutakhirkan bersama," jelas Wahyudi.

>>> Perayaan Hari Laut 2026 dari Dunia Anime, Bagian III

Selain pemblokiran, Pertamina juga telah melakukan reset atau pembaruan data untuk lebih dari 1,5 juta kendaraan. Langkah ini untuk memastikan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran.