Genap satu tahun sejak diluncurkan pada Juli 2025, Program GARBATERA (Gerakan Balongan Sehat dan Sejahtera) dari Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Barat (JBB) melalui Integrated Terminal (IT) Balongan menunjukkan dampak nyata di Desa Balongan dan Desa Tegalurung, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu.

Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini bergerak lintas sektor, mencakup kesehatan, gizi anak, ketahanan pangan, pendidikan anak usia dini, pemberdayaan UMKM, hingga pemanfaatan energi baru terbarukan.

>>> Indonesia Tawarkan Pajak 0% Selama 50 Tahun di Pusat Finansial Internasional

Kolaborasi dengan pemerintah desa, kader Posyandu dan PKK, tenaga kesehatan, lembaga pendidikan, perguruan tinggi, serta pelaku UMKM menjadi kunci keberlanjutan program.

Dampak Kesehatan dan Gizi

Di bidang kesehatan, GARBATERA menggelar edukasi pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) bagi 30 kader Posyandu Desa Balongan pada Juli 2025, disertai bantuan satu unit alat fogging.

Pada Agustus 2025, program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) menjangkau 400 balita di enam Posyandu.

Program PELITA (Pengasuhan Lestari Tumbuh Bersama) pada November 2025 menjangkau 80 wali murid dan tenaga pendidik di dua PAUD Desa Balongan untuk memperkuat pola asuh positif.

Kegiatan “Bincang Sehat” pada Mei 2026 melibatkan 45 kader Posyandu dan PKK, serta memberikan bantuan alat kesehatan seperti timbangan digital, tensimeter, doppler, dan oximeter.

Hasilnya, kehadiran balita ke Posyandu meningkat 30 persen, bersamaan dengan pemenuhan gizi pada bulan Vitamin A.

Pemberdayaan Ekonomi dan Energi Terbarukan

Di sisi ekonomi, Kelompok Olahan Makanan Sehat (OMSET) Balongan rutin memasok produk olahan ikan ke dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebanyak delapan kali sepanjang April 2026.

Pendapatan anggota kelompok meningkat sekitar Rp300.000 per bulan.