Isu pembatasan pembelian BBM bersubsidi kembali mencuat setelah video viral memperlihatkan larangan Suzuki Thunder 125 mengisi BBM di sejumlah SPBU Pertamina.

Banyak pemilik Suzuki Thunder 125 memodifikasi tangki motor agar berkapasitas lebih besar. Mereka membeli BBM bukan untuk digunakan sendiri, melainkan dijual kembali secara eceran.

>>> Penunggak Pajak Kendaraan Terancam Kehilangan Akses QR Code Pertalite

Klarifikasi Pertamina: Bukan Merek yang Dilarang

PT Pertamina Patra Niaga memberikan klarifikasi terkait penertiban motor dengan tangki modifikasi di SPBU.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa kewenangan aturan tersebut diserahkan kepada kebijakan masing-masing SPBU.

Pertamina menegaskan bahwa langkah penertiban bertujuan memastikan distribusi energi bersubsidi tepat sasaran.

Kebijakan ini tidak ditujukan untuk mendiskreditkan merek kendaraan tertentu. "Pada prinsipnya, Pertamina mendukung pendistribusian BBM subsidi yang tepat sasaran," kata Roberth.

>>> Changan Deepal S05 Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp509 Jutaan

Artinya, bukan Suzuki Thunder 125 yang dilarang, melainkan pengguna nakal yang membeli BBM subsidi untuk dijual kembali.

Dampak Antrean Panjang

Video viral menunjukkan antrean panjang di SPBU Pertamina di Jatimakmur, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat.

Pembuat video mengeluhkan rombongan Suzuki Thunder yang membuatnya harus mengantre lebih lama. "Ampun gw mah dah.

Nungguin dia bisa nyampe sejam," tuturnya.

>>> Rockstar Cuan Besar, GTA 6 Bisa Raup Rp93 T dalam Sepekan

Aksi pengisian BBM dalam jumlah besar berdampak pada pengendara lain yang hanya ingin mengisi bensin untuk kebutuhan sehari-hari.