Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) memasang target tinggi pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Mereka ingin meningkatkan perolehan medali sekaligus merebut tiket kualifikasi menuju Olimpiade 2028 Los Angeles.

Target ini untuk melampaui capaian dua medali perunggu pada Asian Games 2022 di Hangzhou. Medali tersebut diraih dari nomor recurve beregu campuran dan recurve beregu putra.

>>> Trump Terapkan Tarif 50 Persen untuk Produk Impor Kanada

Pemanah andalan Indonesia, Riau Ega Agatha, menilai ajang ini sebagai momentum emas. Ia optimistis mampu memanfaatkan regulasi kuota kelolosan yang memprioritaskan juara di nomor beregu maupun individu.

"Ya dari pribadi saya sendiri ya mudah-mudahan di Aichi-Nagoya nanti bisa ada peningkatan terhadap prestasi, khususnya di tim Recurve dan di Compound," ujar Riau Ega di lapangan panahan GBK, Selasa (21/7).

"Dan mudah-mudahan di Asian Games nanti kami bisa mengambil kesempatan karena di sana nanti ada Olympic Qualifier.

Jadi mudah-mudahan kami bisa ambil medali dan juga tiket Olimpiknya," tambah Ega.

Perjuangan mengamankan kuota Olimpiade 2028 semakin ketat.

World Archery mengubah regulasi dengan memangkas slot beregu recurve menjadi delapan tim dan menaikkan batas Minimum Qualification Score (MQS).

>>> Jadwal Wakil Indonesia di China Open Hari Ini: Fajar/Fikri Beraksi

Jika juara nomor beregu dan individu adalah atlet yang sama, tiket kualifikasi akan dialokasikan ke peringkat di bawahnya hingga batas enam atau tujuh besar.

"Tiket Olimpian kemarin sih di THB-nya (Technical Handbook) itu harus juara satu. Cuman kan nanti itu ada di beregu sama individu," ungkap Riau Ega.

"Jadi kalau seumpamanya ada satu atlet yang dapat dua tiket di dua nomor itu, nanti bisa turun ke atlet bawahnya.

Jadi ya mudah-mudahan kami bisa ambil kesempatan itu," sambungnya.

Chief de Mission (CdM) Kontingen Indonesia, Todotua Pasaribu, memberikan dukungan penuh terhadap rencana PB Perpani. Ia akan membahas kebutuhan non-teknis terkait keberangkatan.

Untuk memaksimalkan persiapan dan adaptasi cuaca serta angin, PB Perpani meminta jadwal keberangkatan dimajukan ke 22 September. Langkah ini agar atlet memiliki waktu berlatih sejak arena resmi dibuka.

>>> Mengenal Beige Flag, Istilah Baru dalam Hubungan yang Tak Sekadar Merah atau Hijau

Selain penyesuaian jadwal, Perpani mendesak agar atlet tidak ditempatkan di akomodasi kapal pesiar. Pengalaman buruk terombang-ambing gelombang laut dikhawatirkan mengganggu stamina dan fokus bertanding.