Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan jumlah truk pengangkut sampah ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang di Kota Bekasi, Jawa Barat, mulai berkurang.

Penurunan ini terjadi setelah gerakan pilah sampah semakin masif di kalangan warga Jakarta.

>>> PBB Ungkap Online Scam Bikin Asia Pasifik Rugi Rp2.041,7 T

"Dulu setiap hari itu di Bantargebang transportasi truknya yang masuk itu kurang lebih 1.200 truk.

Sekarang ini sudah mengalami penurunan, bahkan beberapa waktu yang lalu di sekitar 900-an," jelas Pramono di Jakarta Selatan, Selasa (21/7).

Pemprov DKI Jakarta berkomitmen melanjutkan program pilah sampah. Pramono berharap seluruh masyarakat Jakarta dapat memilah sampah dengan baik untuk mengatasi persoalan sampah ibu kota.

"Jadi, ada penurunan yang cukup signifikan. Akan kami lanjutkan dengan program pilah sampah.

Sebagai Gubernur Jakarta, saya mengharapkan betul bahwa program pilah sampah ini dijalankan dengan sebaik-baiknya," paparnya.

Pemprov Hidupkan Kembali TPS3R

Selain gerakan pilah sampah, Pemerintah Jakarta akan memasifkan kembali Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Pramono berharap pengolahan sampah di TPS3R dapat mengurangi residu yang dikirim ke TPST Bantargebang.

>>> Presiden CONMEBOL: Piala Dunia 2030 Diikuti 64 Tim

Pemerintah Jakarta akan memberikan investasi peralatan dan bekerja sama dengan swasta untuk menghidupkan kembali TPS3R.

"Kami investasi beberapa peralatan dan kerja sama juga dengan swasta, supaya sebelum ke Bantargebang itu sudah selesai di TPS3R-nya.

Mudah-mudahan dengan ini, residu yang akan tetap dikirim ke Bantargebang itu akan berkurang banyak," jelas Pramono.

Saat ini, Pemprov DKI tengah mempersiapkan revitalisasi TPS3R. Pramono akan meninjau langsung empat hingga lima titik TPS3R yang ada.

Sebelumnya, Pemprov DKI mulai menghentikan praktik open dumping secara bertahap di TPST Bantargebang. Dua zona aktif pembuangan sampah ditutup sebagai bagian dari penerapan sistem controlled landfill.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Dudi Gardesi mengatakan penerapan controlled landfill mulai dijalankan pada Jumat (17/7).

Media penutup dipasang di area atas Zona 2 TPST Bantargebang.

>>> Gavi Akhirnya Buka Suara usai Ribut dan Nyaris Ditonjok Paredes

"Pemasangan media penutup merupakan langkah nyata untuk mengurangi bau, membantu mengendalikan emisi gas, serta meminimalkan terbentuknya air lindi akibat masuknya air hujan ke area timbunan sampah," kata Dudi.