Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) menilai Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam membangun industri manufaktur baterai yang kompetitif.

Meskipun memiliki cadangan nikel terbesar di dunia, manfaat hilirisasi nikel terhadap industri baterai domestik belum optimal.

>>> Tiket Museum George Lucas Ludes Terjual, Antrean Capai 5 Jam

Hal itu terungkap dalam kajian terbaru PYC bersama Climateworks Centre (CWC).

Kajian tersebut menunjukkan perkembangan teknologi dan kapasitas produksi nasional yang masih terbatas menjadi kendala utama.

>>> Kadek Seina Maputra Juara Starbucks Barista Championship 2026, Siap Wakili Indonesia di Asia Pasifik

Perlunya Sinkronisasi Kebijakan

PYC menekankan pentingnya sinkronisasi kebijakan antarinstansi untuk mendorong pengembangan industri baterai.

Tanpa koordinasi yang baik, potensi besar nikel Indonesia sulit dimanfaatkan secara maksimal.

>>> Tersangka Ledakkan Petasan di Depan Gedung Federal New York, Tiga Terluka

Temuan ini dipaparkan dalam kegiatan PYC Talk yang membahas masa depan industri baterai nasional.