Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan rencana pengenaan biaya sebesar 20 persen terhadap kapal yang melintas di Selat Hormuz.

Keputusan itu diambil setelah sekutu AS di kawasan Teluk mendesak agar kebijakan tersebut tidak diberlakukan.

>>> Sinopsis The Hitman's Wife's Bodyguard di Bioskop Trans TV

Pembatalan diumumkan Trump pada Selasa (14/7), hanya sehari setelah ia menyampaikan rencana pungutan itu kepada publik.

Sebagai gantinya, Trump menyatakan potensi pendapatan yang sebelumnya diharapkan dari biaya transit akan dialihkan melalui komitmen investasi dan perjanjian perdagangan dari negara-negara Teluk ke AS.

Namun, ia tidak merinci nilai investasi maupun negara yang akan terlibat.

>>> Gaya Sporty Yura Yunita Nonton Piala Dunia 2026 di AS, Stylish Pakai Jersey

"Saya telah memutuskan untuk mengganti biaya penggantian Amerika Serikat sebesar 20 persen dengan perjanjian perdagangan dan investasi yang akan dilakukan berbagai negara Teluk ke Amerika Serikat," tulis Trump melalui akun media sosial pribadinya.

Perubahan Cepat Picu Istilah 'TACO'

Perubahan sikap Trump yang terjadi dalam waktu singkat memicu perhatian pelaku pasar.

Pembatalan kebijakan tersebut dinilai memperkuat istilah "TACO" atau "Trump Always Chickens Out", yang merujuk pada kebiasaan Trump membatalkan atau mengubah kebijakan setelah mendapat tekanan.

>>> Dewan Sekolah Florida Ubah Kebijakan Nilai Setelah Lulusan Raih IPK 11,99

Istilah itu mulai dikenal sejak tahun lalu dan kerap digunakan untuk menggambarkan perubahan arah kebijakan tarif maupun perdagangan yang dilakukan Trump.