Seorang pria bersenjata lengkap ditahan setelah menyalakan petasan di depan gedung federal di New York City pada Senin pagi, melukai tiga orang.

Pelaku diidentifikasi sebagai Andrew Arrabaca, 43 tahun, seorang veteran Angkatan Darat yang bertugas dari 2001 hingga 2005.

>>> Konflik AS-Iran di Hormuz: Peluang bagi Rusia dan China di Asia Tenggara

Saat ditangkap, ia membawa dua kapak, palu, golok, tiga pisau tetap, enam alat pembakar, dan barang-barang berbahaya lainnya.

Ia juga membawa kereta belanja bertuliskan 'ICE off our streets' dan meneriakkan kata-kata kasar tentang ICE saat ditangkap.

Motif dan Kronologi

James Barnacle, asisten direktur FBI New York, menyebut Arrabaca sebagai 'ekstremis anti-Amerika dan anti-pemerintah' yang datang dengan niat buruk.

Dalam interogasi, Arrabaca mengaku targetnya adalah gedung tersebut dan ia tidak masalah jika melukai atau membunuh orang yang keluar-masuk.

Komisaris Polisi New York Jessica Tisch menjelaskan, tersangka menyalakan seikat petasan, menembakkan senapan angin, lalu menuangkan cairan pembakar di antara semak-semak di perimeter gedung hingga terbakar.

>>> Milania Giudice Tari Bareng Adik yang Laporkan ke Polisi

Insiden terjadi sekitar pukul 08.30 waktu setempat di luar 26 Federal Plaza, yang menaungi beberapa lembaga federal termasuk FBI, DHS, dan pengadilan imigrasi.

Tiga orang terluka: satu warga sipil dan dua pegawai pemerintah. Warga sipil yang terluka adalah imigran yang sedang menjalani sidang status imigrasi.

Barnacle menyebut situasi itu 'sangat disayangkan dan ironis'.

Belum ada dakwaan resmi yang diajukan. FBI New York Joint Terrorism Task Force menyelidiki kasus ini.

Pemimpin Minoritas DPR Hakeem Jeffries memuji polisi yang menjaga keamanan dan menuntut pelaku dihukum seberat-beratnya.

>>> Kuda Pacu Adan Banuelos Kaget Tahu Bella Hadid Single

Insiden ini terjadi setelah dua penembakan fatal oleh petugas ICE bulan ini di Houston dan Maine.